Gunungkidul Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan sampai Agustus 2026

Akurat.co,Jogja-Pemerintah kabupaten Gunungkidul telah menetapkan status siaga darurat kekeringan mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, penetapan status siaga darurat kekeringan selama tiga bulan itu mengacu pada prakiraan musim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan puncak kekeringan terjadi pada Agustus.
"Perkiraan BMKG, puncak kekeringan nanti pada Agustus, Juni mulai kering, Juli makin kering, dan Agustus puncaknya," katanya dikutip dari Antara Jogja, Senin (6/7/2026).
Baca Juga: Sadar Wilayahnya Rawan Kekeringan, Bupati Gunungkidul Kerahkan Segala Upaya di Musim Kemarau
Purwono mengatakan BPBD Gunungkidul telah menyiapkan sejumlah armada untuk mengantisipasi situasi darurat maupun memenuhi permohonan dropping air bersih di wilayah setempat.
"Yang jelas armada kami sudah siap manakala terjadi situasi darurat maupun ada permohonan dropping air di wilayah Gunungkidul," katanya.
Purwono menjelaskan BPBD Gunungkidul memiliki empat armada khusus berupa truk tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter yang siap digunakan untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah pelosok.
"Empat armada itu semuanya truk tangki berkapasitas 5.000 liter," katanya.
Selain armada, BPBD Gunungkidul juga menyiapkan 800 tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter atau total sekitar 4 juta liter air bersih untuk penanganan kekeringan.
Baca Juga: Dominasi Tanah Kapur, 5 Kecamatan di Gunungkidul Rawan Kekeringan
"Sebanyak 800 tangki dikali 5.000 liter, jadi sekitar 4.000.000 liter air bersih yang kami siapkan," kata Purwono.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









