Entaskan Kemiskinan, Gunungkidul Alihkan Bantuan Konsumtif ke Pemberdayaan Masyarakat

Akurat.co,Jogja-Pemkab Gunungkidul fokus mengentaskan kemiskinan di wilayahnya.
Sejumlah program dilaksanakan. Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto mengatakan, kunci penurunan kemiskinan adalah akurasi data dan kolaborasi lintas sektor.
Untuk itu ia meminta jajarannya bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik atau BPS
Selain itu, pola bantuan yang selama ini bersifat konsumtif akan mulai digeser ke arah pemberdayaan masyarakat yang produktif.
"Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan menitikberatkan program pemberdayaan pada tiga sektor unggulan, yakni pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif," ujar wabup.
Dengan mengoptimalkan potensi lokal ini, warga diharapkan memiliki kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Pendekatan berbasis wilayah juga menjadi perhatian agar setiap kebijakan yang diambil sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan riil masyarakat di masing-masing kapanewon.
Saat ini Pemkab juga sudah merumuskan program pengentasan melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan atau TKPK.
Pemerintah daerah menargetkan penyusunan dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah atau RPKD 2026-2030 dapat selesai dalam waktu tiga bulan.
Plt Kepala Baperida Gunungkidul, Choirul Agus Mantara, menjelaskan bahwa dalam penyusunan draf awal RPKD ini, pihaknya melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kalangan akademisi hingga sektor swasta.
Keterlibatan banyak pihak ini bertujuan agar perencanaan pembangunan berjalan komprehensif dan memiliki landasan hukum yang kuat sebagai operasional di lapangan.
Pemkab Gunungkidul optimis target pengurangan kemiskinan yang lebih ambisius dapat tercapai dalam periode 2026 hingga 2030 mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









