Jogja

Entaskan Kemiskinan, Gunungkidul Alihkan Bantuan Konsumtif ke Pemberdayaan Masyarakat

Haris Ma'ani | 30 April 2026, 07:55 WIB
Entaskan Kemiskinan, Gunungkidul Alihkan Bantuan Konsumtif ke Pemberdayaan Masyarakat
Wabup Gunungkidul, Joko Parwoto saat memimpin langsung rapat koordinasi pengentasan kemiskinan, Rabu (29/4/20206). (foto: pemkab gunungkidul)

Akurat.co,Jogja-Pemkab Gunungkidul fokus mengentaskan kemiskinan di wilayahnya.

Sejumlah program dilaksanakan. Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto mengatakan, kunci penurunan kemiskinan adalah akurasi data dan kolaborasi lintas sektor.

Untuk itu ia meminta jajarannya bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik atau BPS

Selain itu, pola bantuan yang selama ini bersifat konsumtif akan mulai digeser ke arah pemberdayaan masyarakat yang produktif.

Baca Juga: 5 Fakta Tragis Siswa SD Gunungkidul Tertimpa Hollow dari Mobil, Akhirnya Meninggal, Berasal dari Keluarga Tak Mampu

"Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan menitikberatkan program pemberdayaan pada tiga sektor unggulan, yakni pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif," ujar wabup.

Dengan mengoptimalkan potensi lokal ini, warga diharapkan memiliki kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Pendekatan berbasis wilayah juga menjadi perhatian agar setiap kebijakan yang diambil sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan riil masyarakat di masing-masing kapanewon.

Saat ini Pemkab juga sudah merumuskan program pengentasan melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan atau TKPK.

Baca Juga: Kemiskinan masih jadi Tantangan, Bupati Gunungkidul Harapkan Pembangunan Seimbang Utara dan Selatan DIY

Pemerintah daerah menargetkan penyusunan dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah atau RPKD 2026-2030 dapat selesai dalam waktu tiga bulan.

Plt Kepala Baperida Gunungkidul, Choirul Agus Mantara, menjelaskan bahwa dalam penyusunan draf awal RPKD ini, pihaknya melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kalangan akademisi hingga sektor swasta.

Keterlibatan banyak pihak ini bertujuan agar perencanaan pembangunan berjalan komprehensif dan memiliki landasan hukum yang kuat sebagai operasional di lapangan.

Pemkab Gunungkidul optimis target pengurangan kemiskinan yang lebih ambisius dapat tercapai dalam periode 2026 hingga 2030 mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.