Jogja

Pembangunan Groundsill Srandakan Capai 77,35%, DPRD DIY Minta Pengawasan dan Perawatan Bersama

Atiek Widyastuti | 26 Juni 2026, 20:01 WIB
Pembangunan Groundsill Srandakan Capai 77,35%, DPRD DIY Minta Pengawasan dan Perawatan Bersama
Komisi C DPRD DIY meninjau Pembangunan Groundsill Srandakan. (Istimewa)

Akurat.co, Jogja - Pembangunan Groundsill Srandakan di perbatasan Kabupaten Bantul dan Kulon Progo terus menunjukkan perkembangan positif. Proyek strategis senilai Rp 213 miliar tersebut ditargetkan selesai 31 Desember 2026. Sampai saat ini sudah mencapai 77,35 persen.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai II Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Dicky Maulana menjelaskan, pembangunan groundsill dimulai pada 10 Oktober 2025. Hingga saat ini, pekerjaan yang tersisa sekitar 22 persen.

“Konstruksi utama atau main dam di sisi timur Sungai Progo sudah selesai. Saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian main dam dan sub dam di sisi barat yang berada di wilayah Kabupaten Kulon Progo,” ujar Dicky saat mendampingi kunjungan dari Komisi C DPRD DIY, Kamis (25/06/2026).

Menurutnya, groundsill baru dibangun di sisi selatan bangunan lama yang mengalami kerusakan berat akibat banjir besar Sungai Progo pada Januari 2025. Struktur baru tersebut memiliki panjang 300 meter, sama dengan groundsill sebelumnya yang telah beroperasi hampir 20 tahun sebelum mengalami kerusakan.

Baca Juga: 35% Remaja Indonesia Mengalami Gangguan Mental

Dicky menambahkan, momentum musim kemarau akan dimanfaatkan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan konstruksi utama.

“Musim kemarau menjadi waktu yang sangat efektif karena debit sungai lebih rendah. Kami targetkan pekerjaan utama selesai sebelum musim penghujan sehingga akhir tahun nanti tinggal menyelesaikan pekerjaan pendukung,” katanya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY Amir Syarifudin menegaskan pentingnya penyelesaian proyek sesuai jadwal mengingat fungsi strategis Sungai Progo sebagai sumber irigasi pertanian dan penyedia air baku bagi masyarakat.

“Juni hingga Agustus merupakan masa yang tepat untuk mempercepat pekerjaan. Kami berharap proyek ini dapat selesai sesuai kontrak sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Bantul Mulai Dilanda Kekeringan, BPBD Salurkan Air Bersih

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD DIY, Aslam Ridlo, menilai konstruksi groundsill yang baru memiliki kualitas lebih baik dibandingkan bangunan sebelumnya.

Salah satu penguatan dilakukan melalui pemasangan tiang pancang hingga kedalaman 12 meter di bawah pondasi.

“Konstruksi yang baru ini jauh lebih kuat. Harapannya dapat bertahan lebih lama dan mampu mengantisipasi gerusan sungai yang selama ini menjadi tantangan,” kata Aslam.

Meski demikian, ia mengingatkan perlunya pengawasan terhadap aktivitas penambangan pasir di sekitar Sungai Progo agar tidak mengganggu stabilitas bangunan yang telah dibangun dengan anggaran besar tersebut.

Baca Juga: DPRD DIY Gelorakan Sinau Pancasila yang Menyenangkan Bersama Generasi Muda

“Kami berharap ada sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, dan para pelaku usaha penambangan agar aktivitas yang dilakukan tidak berdampak pada konstruksi groundsill,” ujarnya.

Dengan progres pembangunan yang telah melampaui tiga perempat pekerjaan, Groundsill Srandakan diharapkan dapat segera berfungsi optimal dalam menjaga stabilitas aliran Sungai Progo, melindungi infrastruktur di sekitarnya, serta mendukung kebutuhan irigasi dan air baku bagi masyarakat Bantul dan Kulon Progo.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.