Pemkab Sleman Berikan Penghargaan Pendonor Darah Sukarela

Akurat.co, Jogja - Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada para Pendonor Darah Sukarela (PDS). Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendukung ketersediaan darah bagi masyarakat.
Penghargaan tersebut diserahkan pada peringatan Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) 2026 yang diselenggarakan PMI Sleman di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Minggu (28/06/2026).
Penghargaan diberikan kepada 34 pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 25 kali sebagai perwakilan dari 606 pendonor yang memenuhi kriteria.
Untuk 572 pendonor lainnya menerima penghargaan dalam bentuk e-piagam.
Baca Juga: Sleman Gaspol Persiapkan PORDA 2027, Tetapkan Target Ini
Dalam kesempatan tersebut, PMI DIY juga memberikan penghargaan kepada kepada 112 pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 50 kali.
Menurut Ketua PMI Sleman Mafilindati Nuraini, penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor yang secara konsisten mendonorkan darah secara sukarela.
"Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para pendonor untuk terus mendonorkan darah secara rutin sekaligus mengajak lebih banyak masyarakat berpartisipasi dalam gerakan donor darah," katanya.
Hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 98.163 pendonor telah terdaftar di PMI Kabupaten Sleman. Pada tahun 2025, produksi darah mencapai 26.426 kantong, sedangkan distribusi darah mencapai 39.210 kantong.
Baca Juga: BPS Sleman Resmi Mulai Sensus Ekonomi 2026, Terjunkan 1.048 Petugas
Data tersebut menunjukkan, kebutuhan darah di Kabupaten Sleman masih cukup tinggi sehingga diperlukan peningkatan jumlah pendonor aktif untuk menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat.
"Melalui peringatan Hari Donor Darah Sedunia ini kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pendonor darah sukarela secara rutin. Satu kali donor darah dapat memberikan harapan hidup bagi sesama yang membutuhkan," ujar Mafilindati.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengungkapkan, Pemkab Sleman terus mendukung berbagai program kemanusiaan PMI. Termasuk melalui inovasi Lada Manis (Layanan Darah di Sleman Gratis) untuk meningkatkan kemudahan pelayanan darah bagi masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, PMI, fasilitas kesehatan, dunia usaha dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan darah yang aman dan mencukupi.
Baca Juga: 35% Remaja Indonesia Mengalami Gangguan Mental
"Kami meyakini setiap tetes darah adalah bentuk harapan kehidupan bagi penerimanya. Dengan semangat tulung tinulung dan kepedulian sosial yang tinggi, kebutuhan darah masyarakat dapat terus terpenuhi dengan baik," katanya.
Pemerintah Kabupaten Sleman juga mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus wujud kepedulian sosial, sehingga ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan dapat terus terjaga secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









