Jogja

Operasi Gelandangan dan Pengemis, Pemkot Jogja Pindahkan 15 Orang ke Penampungan

Haris Ma'ani | 4 Juli 2026, 11:01 WIB
Operasi Gelandangan dan Pengemis, Pemkot Jogja Pindahkan 15 Orang ke Penampungan
Petugas saat mendapati gelandangan atau pengemis dalam operasi pada Jumat (3/7/2026) dini hari wib. (foto: pemkot jogja)

Akurat.co,Jogja-Operasi gelandangan dan pengemis mulai gencar dilakukan Pemkot Jogja.

Seperti dilakukan pada Jumat (3/7/2026) dini hari wib,

Operasi gabungan tersebut melibatkan Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Satpol PP Kota Yogyakarta, Kepolisian, Linmas, serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).

Petugas berpatroli sepanjang Jalan Brigjen Katamso dan Jalan K.H. Ahmad Dahlan.

Baca Juga: Pemkot Jogja Sebut Tak Mudah Tangani Masalah Gepeng

Plt. Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Patricia Heny Dian Anitasari, mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama berbagai instansi dalam menangani persoalan sosial di Kota Yogyakarta.

Dari hasil penyisiran, petugas menjangkau tujuh orang di kawasan Brigjen Katamso dan enam orang di Jalan K.H. Ahmad Dahlan.

"Jadi total ada tiga belas orang yang kami bawa," katanya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.

Dari hasil operasi, total saat ini ada 15 orang dengan status gelandangan dan pengemis berada di penampungan atau shelter.

Dari hasil pemeriksaan awal, mereka berasal dari berbagai daerah, seperti Garut, Temanggung, dan sejumlah wilayah lainnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Yogyakarta, Dodi Kurnianto, menegaskan operasi gabungan tersebut juga merupakan bentuk komitmen dalam menegakkan Peraturan Daerah DIY Nomor 1 Tahun 2014 mengenai penanganan gelandangan, pengemis, dan pengamen.

Baca Juga: Satpol PP Kota Jogja Gencarkan Operasi Gepeng selama Ramadhan

"Kegiatan ini tidak semata-mata penertiban. Kami berkolaborasi dengan Dinas Sosial agar mereka yang terjaring mendapatkan perlindungan, pendataan, dan penanganan yang sesuai, dengan pendekatan humanis," ujar Dodi.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.