Ironi Gunungkidul, Potensi Air Bawah Tanah Luar Biasa tapi Masih Kekeringan

Akurat.co,Jogja-Ironi di wilayah Gunungkidul terungkap saat pertemuan Bupati Endah Subekti Kuntariningsih dengan Kementerian Koordinasi (Kemenko) Bidang Infrastruktur, Jumat (24/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut Endah mengungkapkan bahwa Gunungkidul memiliki potensi air bawah tanah purba yang sangat luar biasa.
Berdasarkan penghitungan ulang, terdapat debit sumber air mencapai 23.000 liter per detik, namun saat ini baru dimanfaatkan sebesar 58 liter per detik.
Baca Juga: Gunungkidul Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan sampai Agustus 2026
Endah menjelaskan, meski memiliki potensi besar, Gunungkidul menghadapi kendala biaya tinggi untuk mengangkat air dari bawah tanah karena letak geografisnya yang merupakan bentang alam karst.
Selain itu, keterbatasan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian dan pariwisata.
Karena masalah tersebut, wilayah Gunungkidul pun kerap dilanda masalah kekeringan saat musim kemarau tiba.
Bupati Endah mengatakan, saat ini dampak fenomena El Nino juga mulai dirasakan dengan datangnya kekeringan yang lebih awal dan diprediksi berlangsung panjang.
"Ini mengancam ketahanan air warga," ujarnya dikutip dari laman resmi Pemkab Gunungkidul, Sabtu (25/7/2026).
Menanggapi kebutuhan infrastruktur tersebut, Asisten Deputi (Asdep) Bidang Infrastruktur Sumber Daya Air dan Pangan, Suraji mengungkap adanya peluang melalui Inpres (Instruksi Presiden) Jalan dan Irigasi.
Untuk tahun 2026, anggaran sebesar Rp14,65 triliun disiapkan dan direncanakan akan digandakan untuk mendukung infrastruktur air dan pangan.
Ia menjelaskan di Gunungkidul sendiri, saat ini sudah terdapat sembilan titik baru jaringan irigasi air tanah yang sedang berjalan.
Sebagai tindak lanjut, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Gunungkidul diminta untuk segera menyiapkan paparan teknis dan dokumen pendukung (RC) guna mengakses pendanaan Inpres tersebut.
Pemerintah Pusat melalui BBWS Serayu Opak juga akan memberikan asistensi dalam penyusunan usulan program agar sejalan dengan target nasional.
Baca Juga: Sadar Wilayahnya Rawan Kekeringan, Bupati Gunungkidul Kerahkan Segala Upaya di Musim Kemarau
Sinergi ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan kekeringan tahunan di Gunungkidul, tetapi juga menjadikan daerah yang mencakup 46,63 persen wilayah DIY ini sebagai pelopor dalam pengelolaan air bawah tanah untuk kemaslahatan masyarakat secara luas.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









