Transmigrasi Festival 2026, Cara Unik Kenalkan Wajah Baru Transmigrasi Lewat Sport Tourism

Akurat.co, Jogja - Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Sleman akan menggelar Transmigrasi Festival 2026.
Festival ini digelar sebagai langkah untuk memperkenalkan paradigma baru transmigrasi kepada masyarakat.
Menurut Kepala BBPPMT Yogyakarta Tunggak Santosa, transmigrasi saat ini tidak lagi dipahami sebagai perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain.
Program tersebut telah berkembang menjadi instrumen pembangunan kawasan yang berorientasi pada penciptaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal.
Baca Juga: BPBD Sleman Salurkan Bantuan Korban Cuaca Ekstrem
"Transmigrasi sekarang adalah tentang pemberdayaan masyarakat, penguatan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi lokal, dan membangun kawasan yang berdaya saing," kata Tunggak dalam konferensi pers di Aula BBPPMT Yogyakarta, Senin (27/06/2026).
Hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Sleman Abu Bakar, Kepala Dinas Pariwisata Edy Winarya dan Ketua KADIN Sleman Yudi Prihantana.
Melalui Festival Transmigrasi 2026, masyarakat diajak melihat langsung transformasi tersebut melalui berbagai kegiatan yang dikemas lebih modern, inklusif dan dekat dengan generasi muda.
Agenda besar dalam festival ini adalah, Fun Run 6K yang akan digelar Minggu, 23 Agustus 2026. Untuk start dan finish Fun Run 6K di kawasan D'Kaliurang Camping Ground Pakem Sleman.
Baca Juga: 500 Pelajar SMP di Sleman Rayakan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan
Selain Fun Run 6K juga akan digelar Summer Course Festival Kopi dan Budaya di Rempang Ecocity, Batam, pada 1–14 Oktober 2026. Kegiatan tersebut akan mempromosikan kopi unggulan dari kawasan transmigrasi.
Ada juga Giat Literasi Storytelling Ketransmigrasian bertema ‘Transmigrasi Reborn: Ketika Anak Muda Menulis Masa Depan Nusantara’ pada 13 Oktober 2026 di DIY.
Dan Hari Bhakti Transmigrasi pada 12 Desember 2026 yang menjadi momentum mengenang sejarah transmigrasi Indonesia sejak keberangkatan 23 kepala keluarga dari Jawa Tengah menuju Lampung pada tahun 1950.
Menurut Ketua Kadin Sleman Yudi Prihantana, Transmigrasi Fun Run 6K bukan sekadar kompetisi olahraga. Melainkan bagian dari upaya memperkuat branding Kaliurang sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.
Baca Juga: Disdik Sleman Larang Sekolah Negeri Wajibkan Siswa Memiliki Laptop
Mengusung konsep sport tourism, kegiatan ini tidak hanya menawarkan pengalaman berlari di tengah panorama alam Merapi yang menawan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk mempromosikan potensi wisata Sleman Utara sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM dan berbagai aktivitas pendukung lainnya.
Menurutnya, kawasan lereng Merapi memiliki daya tarik yang lengkap untuk mendukung penyelenggaraan event olahraga berskala besar. Udara pegunungan yang sejuk, lanskap alam yang memukau, serta beragam destinasi wisata di sekitarnya menjadi modal besar yang dimiliki Kaliurang.
"Kami ingin para peserta tidak hanya datang untuk berlari. Tetapi juga menikmati keindahan Kaliurang, mengenal potensi wisata Sleman Utara, dan membawa pulang pengalaman yang berkesan untuk dibagikan kepada keluarga maupun komunitas mereka," ujar Yudi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 4LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 5Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 6Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya









