Jogja

Sleman Siap Berangkatkan 2 Keluarga Transmigrasi Ke Poso, Dibekali Ini…

Atiek Widyastuti | 29 Juli 2026, 18:14 WIB
Sleman Siap Berangkatkan 2 Keluarga Transmigrasi Ke Poso, Dibekali Ini…
Kepala BBPPMT Yogyakarta, Tunggak Santosa. (Akurat.co/Atiek Widyastuti)

Akurat.co, Jogja - Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta siap memberangkatkan dua warga asal Kabupaten Sleman ke Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah untuk program transmigrasi.

Saat ini, kedua keluarga tersebut sedang menjalani tahap pelatihan bersama keluarga dari daerah lain. Pelatihan berlangsung di BBPPMT Yogyakarta.

Kepala BBPPMT Yogyakarta Tunggak Santosa mengatakan, tahun lalu Kabupaten tidak mendapatkan jatah transmigrasi.

Menurut Tunggak, terbatasnya kuota bukan karena minimnya peminat. Melainkan bergantung pada kesiapan daerah tujuan.

Baca Juga: Transmigrasi Festival 2026, Cara Unik Kenalkan Wajah Baru Transmigrasi Lewat Sport Tourism

"Mulai dari ketersediaan lahan, fasilitas, hingga infrastruktur pendukung. Pemerintah juga berupaya memastikan seluruh persiapan dilakukan secara optimal agar persoalan sengketa lahan yang pernah dialami transmigran asal Sleman tidak terulang," ujarnya, Rabu (29/06/2026).

Sejauh ini, animo masyarakat untuk menjadi peserta transmigrasi masih tergolong tinggi. Hanya saja, tidak semuanya langsung diberangkatkan.

Melainkan harus melalui proses seleksi terlebih dahulu. Bagi yang lolos, akan mendapatkan sejumlah fasilitas. Termasuk jaminan hidup selama satu tahun.

Mengenai Kabupaten Poso yang menjadi tujuan transmigrasi kali ini, karakter wilayahnya berupa dataran tinggi dan cocok untuk pengembangan kopi maupun kakao.

Baca Juga: Disperindag Sleman Sidak Depot Air Isi Ulang, Ini Hasil Temuannya

Di sisi lain, pemerintah daerah setempat juga membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sehingga diharapkan para transmigran mampu ikut menggerakkan perekonomian wilayah.

Untuk satu keluarga, rata-rata mendapatkan jatah lahan 1-2 hektar. Itu sudah termasuk tempat tinggal dan lahan yang akan digarap. Nantinya, lahan tersebut akan menjadi hak milik jika sudah diatas 10 tahun ditempati.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.