Jogja

Jalan Amblas dan Tanah Wakaf Tergerus, Komisi C DPRD DIY Tinjau Kerusakan Talud Sungai Opak

Atiek Widyastuti | 7 Agustus 2026, 20:33 WIB
Jalan Amblas dan Tanah Wakaf Tergerus, Komisi C DPRD DIY Tinjau Kerusakan Talud Sungai Opak
Komisi C DPRD DIY meninjau lokasi ambrolnya talud Sungai Opak. - Istimewa

Akurat.co, Jogja - Talud Sungai Opak yang ada di Pedukuhan Pagergujung Kalurahan Sitimulyo Kapanewon Piyungan Bantul rusak akibat banjir yang berulang.

Warga khawatir, hal tersebut akan menimbulkan abrasi dan mengancam fasilitas umum maupun aset warga.

Hal tersebut mendapat perhatian dari Komisi C DPRD DIY dan meninjau langsung ke lokasi, Kamis (07/08/2026).

Bersama perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), rombongan meninjau langsung titik-titik kerusakan di sepanjang bantaran Sungai Opak yang mengalami abrasi cukup parah.

Baca Juga: Petani Milenial Sleman Percepat Regenerasi Menuju era Berbasis Teknologi Digital

Yatno, salah satu warga Sitimulyo mengatakan, beberapa kali banjir yang melanda kawasan tersebut menyebabkan talud sungai rusak sehingga mengikis badan jalan hingga amblas.

Sampai menggerus area pemakaman, serta menggerus ribuan meter persegi tanah wakaf milik masjid di Padukuhan Pagergunung.

Warga merasa, kondisi tersebut dinilai membutuhkan penanganan segera agar kerusakan tidak semakin meluas saat memasuki musim penghujan.

Warga Pagergunung 1 dan Pagergunung 2 sebenarnya telah berupaya melakukan penanganan secara swadaya melalui gotong royong.

Baca Juga: Komisi D DPRD DIY Kawal Optimalisasi Sekolah Rakyat

Masyarakat membangun talud darurat menggunakan ribuan ban bekas truk yang dipadukan dengan batu dan pasir sebagai penahan arus sungai. Namun, upaya tersebut belum mampu menahan derasnya arus Sungai Opak ketika debit air meningkat saat musim hujan.

"Setiap musim penghujan datang, talud darurat yang dibuat warga kembali rusak diterjang banjir. Karena kemampuan masyarakat terbatas, kami berharap pemerintah segera turun tangan agar abrasi tidak semakin meluas," ujarnya.

Warga khawatir apabila tidak segera dilakukan penanganan permanen, abrasi akan terus menggerus bantaran sungai dan mengancam keselamatan lingkungan permukiman maupun fasilitas umum di sekitarnya.

Ketua Komisi C DPRD DIY Nur Subiyantoro menyatakan akan mengawal penanganan kerusakan talud agar segera memperoleh solusi melalui koordinasi dengan instansi teknis terkait.

Baca Juga: Punya Kemiripan Sejarah, Parlemen Sabah Malaysia Gali Ilmu Keistimewaan ke DPRD DIY

Dicky Maulana PPK Sungai Pantai BBWSO menyatakan telah menerima surat permohonan bronjong dari warga dan siap membantu. BBWSSO juga mengapresiasi warga Pagergunung 1 dan 2 yang telah gotongroyong swadaya merawat sungai.

Selain itu, BBWSSO juga siap meminjamkan alat berat untuk mendukung pekerjaan normalisasi Sungai Opak sehingga aliran sungai dapat kembali lebih terkendali.

"Kami siap membantu bronjong sesuai permintaan warga untuk penanganan jangan pendek," ungkap Dicky.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.