Curhat ke DPRD DIY, Paguyuban Peternak Petelur Yogyakarta Serukan 6 Tuntutan, Apa Saja?

Akurat.co, Jogja – Paguyuban Peternak Petelur Yogyakarta (P3Y) membagikan 1.600 ekor ayam gratis di Malioboro, Yogyakarta, Senin (10/08/2026).
Aksi ini sebagai bentuk protes atas anjloknya harga telur di pasaran. Padahal harga pakan naik antara 30-40 persen. Akibatnya, petani mengalami kerugian hingga puluhan, ratusan hingga milyaran rupiah.
“Selain sebagai bentuk protes, aksi ini juga kita anggap sebagai sedekah kepada masyarakat yang sedang berada di Malioboro,” kata perwakilan peternak Andry Patra.
Malioboro sengaja dipilih, karena pusat ekonomi masyarakat DIY. Selain itu, disana juga terdapat Kantor DPRD DIY. “Kami juga sekaligus menyampaikan keluhan kepada wakil rakyat,” jelasnya.
Baca Juga: Peternak di DIY Bagikan 1.600 Ekor Ayam Gratis di Malioboro, Kenapa?
Dalam aksi damai ini, Paguyuban Peternak Petelur Yogyakarta membawa 6 tuntutan utama yang mendesak untuk segera diselesaikan:
Menurunkan harga pakan agar kembali pada tingkat harga yang wajar, masuk akal dan terjangkau bagi peternak rakyat;
Mewujudkan harga telur yang adil, dan tidak menjadikan peternak sebagai pihak yang harus terus menerus menanggung kerugian. Tata kelola pengaturan harga harus memberikan jaminan keberlanjutan bagi usaha peternakan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat;
Menciptakan tata niaga bahan baku pakan ternak dan lainnya yang sehat, adil, dan transparan dari hulu ke hilir;
Menjamin ketersediaan komoditas jagung dan kemudahan akses bagi peternak di pasaran dengan harga yang wajar dan adil;
Memperkuat kelembagaan di industri peternakan; dan
Meningkatkan perhatian dan aksi nyata dari pemerintah terhadap kelangsungan sektor peternakan. Dalam jangka pendek pemerintah membantu mengatasi over populasi di industri ayam petelur dengan mengatur penyerapan populasi ayam tua (>90 minggu).
Baca Juga: Guru Besar UGM Ungkap Kesalahan Pemerintah dalam Kasus MBG, Hanya Kejar 82 Juta Penerima Manfaat
Paguyuban Peternak Petelur Yogyakarta mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk segera mengambil langkah konkret menyelamatkan mata pencaharian ribuan peternak di Yogyakarta dan sekitarnya, serta menyelamatkan keberlanjutan capaian ketahanan pangan bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 5Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 6Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 7Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Penampilan Polisi Cilik di Upacara Penurunan Bendera Pemkab Kulon Progo Pukau Masyarakat
- 105 Fakta Menarik Upacara Bendera Pemkab Kulon Progo, Digelar di Alun-Alun Wates tanpa Tenda dan Kursi VIP








