Jogja

Jogja jadi Proyek Percontohan Penataan Kabel Fiber Optik

Haris Ma'ani | 14 Agustus 2026, 09:03 WIB
Jogja jadi Proyek Percontohan Penataan Kabel Fiber Optik
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Wayan Toni Supriyanto. (foto: dok.pemkot jogja)

Akurat.co,Jogja-Yogyakarta dipilih sebagai lokasi proyek percontohan penataan infrastruktur pasif telekomunikasi di kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Wayan Toni Supriyanto saat konsolidasi rencana proyek bersama Pemkot Jogja, Kamis (13/8).

Penataan tersebut diarahkan untuk memperbaiki kualitas ruang publik, meningkatkan keselamatan, dan menjaga kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta.

Baca Juga: Kerja Sama dengan Pemkot Jogja, Penghuni Lapas Bisa Kerja Sosial di 5 Instansi

“Kesemrawutan kabel udara telah menurunkan kualitas ruang publik, meningkatkan risiko keselamatan, dan berpotensi mengganggu status warisan budaya yang kita jaga bersama,” kata Wayan.

Menurut Wayan, pilot project atau proyek percontohan ditargetkan mulai dilaksanakan pada Agustus 2026 dan diharapkan dapat menjadi model penataan infrastruktur pasif telekomunikasi di kawasan budaya lainnya di Indonesia.

Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah bersama operator akan memfinalisasi data teknis, desain, serta skema pembiayaan.

“Skema kerja sama dan pembiayaan perlu disusun secara adil, proporsional, dan berkelanjutan sehingga tetap mendukung keberlangsungan investasi industri telekomunikasi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan mengatakan penataan kabel menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital sekaligus memperbaiki wajah kota.

Menurutnya, target pengerjaan sekitar dua setengah bulan membutuhkan kesiapan teknis dan koordinasi seluruh pihak.

“Jangan sampai percepatan ini justru menimbulkan persoalan baru. Karena itu, aspek teknis dan skema kerja sama harus dibahas secara matang sejak awal,” kata Wawan.

Wawan menyebut penataan di kawasan Sumbu Filosofi membutuhkan perhatian khusus karena memiliki nilai budaya dan telah diakui UNESCO.

Penataan dapat mencakup rerouting jaringan, pembersihan kabel udara, hingga pencabutan kabel yang sudah tidak diperlukan.

Pemkot Yogyakarta siap memfasilitasi koordinasi lintas perangkat daerah dan operator agar pelaksanaan berjalan sesuai target.

Baca Juga: 28 Pelaku UMKM Kota Jogja Diajak Naik Kelas, Bisa Tembus Ritel sampai Ekspor

“Kami berharap seluruh pihak menjalankan komitmen dengan sungguh-sungguh. Penataan harus memiliki rute kerja yang jelas dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.