Jogja

Angkat Permasalahan Banjir di India, Mahasiswa UAJY Hadirkan Solusi Berbasis AI

Atiek Widyastuti | 4 Mei 2026, 14:45 WIB
Angkat Permasalahan Banjir di India, Mahasiswa UAJY Hadirkan Solusi Berbasis AI
Mahasiswa Informatika UAJY dalam YDCT. (Istimewa)

Akurat.co, Jogja - Chaterina Olivia Putri Sugiarto dan Yonatan Adi Cahyoningrat, mahasiswa dari Program Studi Informatika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) ambil bagian dalam Youth Development for Climate Change (YDCT).

YDCT adalah program internasional yang didukung oleh Meta dan diselenggarakan oleh Sustainable Living Lab Showcase. Babak final berlangsung di Singapura.

YDCT mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mengembangkan solusi inovatif terhadap tantangan perubahan iklim melalui rangkaian seleksi ketat dan pembinaan intensif selama sekitar delapan bulan.

Dalam program ini, peserta tidak hanya ditantang secara teknis. Tetapi juga diasah dalam kolaborasi lintas budaya dan pengembangan solusi berbasis teknologi yang aplikatif.

Baca Juga: Kembangkan Biji Kecipir untuk Cegah Stunting, 2 Mahasiswa UAJY Ini Raih Juara dalam Kompetisi Nasional

Chaterina dan Yonatan tergabung dalam tim internasional yang terdiri dari lima mahasiswa dari Indonesia (UAJY), Singapura, dan India. Tim mereka berhasil melaju hingga tahap final.

Kolaborasi lintas negara ini menjadi kekuatan utama dalam merancang solusi yang mampu menjawab permasalahan nyata dengan pendekatan yang lebih komprehensif.

Tim tersebut mengembangkan sebuah aplikasi bernama FloodSafe. Platform berbasis teknologi yang dirancang untuk membantu mitigasi risiko banjir.

Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur deteksi titik rawan banjir berbasis peta. Seperti sistem peringatan dini (early warning system), rekomendasi rute aman dengan berbagai opsi perjalanan, integrasi data cuaca dari sumber resmi, serta fitur pelaporan berbasis komunitas (flood report) yang diverifikasi oleh admin untuk memastikan akurasi informasi.

Baca Juga: Melalui Lembaga Akreditasi Mandiri, Dorong Prodi Keteknikan UAJY Menuju Unggul 2026

“Proyek ini berangkat dari permasalahan nyata, yaitu banjir di India. Kami mencoba menghadirkan solusi dalam bentuk aplikasi yang dapat mendeteksi potensi banjir, memberikan peringatan dini, serta membantu pengguna menentukan rute yang lebih aman,” ujar Chaterina, Senin (04/05/2026).

Di balik capaian tersebut, proses pengembangan tidak lepas dari berbagai tantangan.

Perbedaan zona waktu, hambatan komunikasi lintas budaya, hingga kompleksitas teknis dalam mengolah data dan membangun sistem berbasis API serta kecerdasan buatan menjadi bagian dari dinamika yang harus dihadapi tim.

Yonatan menambahkan, pengalaman ini menjadi pembelajaran penting, terutama dalam mengintegrasikan ide ke dalam sistem yang dapat diimplementasikan secara nyata.

Baca Juga: UAJY dan Kemlu RI Jalin Sinergi Penguatan Kerja Sama ASEAN

“Tantangan terbesar adalah menerjemahkan ide menjadi sistem yang benar-benar berjalan, terutama saat mengolah data cuaca dan menentukan logika sistem. Selain itu, koordinasi tim lintas negara juga menjadi tantangan tersendiri,” jelasnya.

Keikutsertaan dalam program ini tidak hanya memberikan pengalaman kompetitif di tingkat internasional. Tetapi juga membuka peluang kolaborasi global serta pengembangan solusi berkelanjutan.

Ke depan, mereka berharap aplikasi yang dikembangkan dapat terus disempurnakan dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Harapannya, aplikasi ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa terus dikembangkan dan digunakan secara nyata oleh masyarakat, bahkan diperluas ke berbagai wilayah lain,” tutup Yonatan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.