UAJY Tambah 2 Guru Besar Baru, Dari Fakultas Mana Saja?

Akurat.co, Jogja - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menerima Surat Keputusan (SK) kenaikan jabatan akademik profesor dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek) melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY di Ruang Diskusi Kampus II Gedung Thomas Aquinas, Selasa (12/05/2026).
SK diserahkan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, Prof Setyabudi Indartono kepada Rektor UAJY Dr G Sri Nurhartanto.
Selanjutnya, SK diserahkan kepada Prof. Dr. Ir. Imam Basuki, MT., IPU., ASEAN Eng., dari Fakultas Teknik dan Prof. Dr. Elisabeth Sundari, S.H., M.Hum., dari Fakultas Hukum.
Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY Prof Setyabudi Indartono menyampaikan pesan terhadap dua guru besar UAJY tersebut. Menurutnya, guru besar bukan sebagai akhir perjalanan akademik. Melainkan awal untuk memperluas kontribusi nyata.
Baca Juga: Simak Kisah Suster Ika, Alumni FH UAJY Ikut Selamatkan Korban TPPO di Maumere NTT
“Menjadi guru besar justru awal kita memaksimalkan seluruh kemampuan kita untuk meningkatkan kebijakan terhadap diri kita," ungkapnya.
Diungkapkannya, jika UAJY sudah ada 25 guru besar, artinya dari 7.050 dosen. Baru 261 yang menjadi guru besar. Kalau tadi disampaikan target tahun 2028 mudah-mudahan bisa sampai 400 guru besar, menurutnya masih make sense.
Bertambahnya guru besar di UAJY diharapkan mampu memperkuat kontribusi universitas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan kualitas akademik yang semakin unggul.
Rektor UAJY, G Sri Nurhartanto berharap kepada dua guru besar ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi banyak pihak.
Baca Juga: Bahas Kepatuhan Pajak Organisasi Publik, UAJY dan IAI DIY
“Kami berharap guru-guru besar ini, mengikuti guru-guru besar-guru besar yang lain, yang akan menjadi lokomotif bagi pergerakan dan dinamika. Terutama, di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Harapannya, akan muncul bidang-bidang yang berbeda nantinya,” jelas Nurhartanto.
Prof Imam Basuki mengungkapkan, pencapaian tersebut tidak mudah. Karena melalui berbagai tantangan, penolakan dan proses yang tidak singkat.
“Dari proses ini saya belajar bahwa perjalanan bukan akhir tetapi bagian dari pengetahuan saya. Dalam kehidupan ada sebuah pertentangan, penolakan, kegagalan. Dan yang pasti juga di situlah saya merasa diuji, saya harus kuat, itu bukan jatuh, tapi itu adalah sebuah proses di mana saya harus berani bangkit,” ujar Prof. Imam.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Sundari dalam sambutannya turut mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas perjalanan yang berhasil dilalui hingga pencapaian yang berhasil diraih.
“Pada kesempatan ini, saya mengajak kepada teman-teman yang mungkin harus menjadi guru besar mari kita mencoba,” ujar Prof. Sundari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 5Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 6Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 7Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 8FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya









