Jogja

UAJY Perkuat Pendidikan Ekoturisme Melalui Kolaborasi Konservasi Bersama GL Zoo

Atiek Widyastuti | 21 Mei 2026, 20:12 WIB
UAJY Perkuat Pendidikan Ekoturisme Melalui Kolaborasi Konservasi Bersama GL Zoo
Kolaborasi antara UAJY dengan GL Zoo dalam kuliah umum. (Istimewa)

Akurat.co, Jogja - Fakultas Teknobiologi (FTB) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) terus memperkuat jejaring kolaborasi dengan dunia industri dan institusi konservasi, Senin (18/05/2026).

Kali ini bersama manajemen Kebun Binatang Gembira Loka (GL Zoo) melalui kuliah umum bertajuk 'Manajemen dan Akreditasi Kebun Binatang Gembira Loka sebagai Institusi Ekowisata dan Konservasi'.

Berlangsung di Ruang Kuliah 504 Gedung St Fransiskus Asisi, kuliah ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran ekoturisme berbasis praktik lapangan dan keberlanjutan.

Dari Management GL Zoo menghadirkan Paramitha Adelia selaku Asisten Manajer Konservasi sekaligus alumni Fakultas Bisnis dan Ekonomika UAJY.

Baca Juga: Perkuat Wawasan Global, Mahasiswa UAJY Ikuti Kuliah Lapangan di Vietnam

Kehadiran alumni sebagai praktisi profesional memperlihatkan kontribusi nyata lulusan UAJY dalam berbagai sektor strategis, termasuk konservasi dan pengelolaan wisata berbasis lingkungan.

Dalam pemaparannya Paramitha menjelaskan, kebun binatang modern tidak lagi sekedar menjadi tempat rekreasi. Tetapi berkembang sebagai institusi konservasi, edukasi dan penelitian yang menerapkan standar manajemen profesional dan akreditasi ketat.

Materi yang disampaikan mencakup sistem pengelolaan kebun binatang, konservasi satwa, edukasi pengunjung, hingga proses akreditasi lembaga konservasi.

Salah satu topik yang menarik perhatian mahasiswa adalah penerapan positive reinforcement dalam pelatihan satwa.

Baca Juga: Monica, Dosen FTB UAJY Jadi Wakil Indonesia dalam Forum Perubahan Iklim Dunia di Italia

“Macan tutul sekarang saat menjalani USG tidak perlu dibius lagi karena sudah terbiasa dan patuh terhadap keeper atau pawangnya,” jelas Paramitha saat menjelaskan metode pelatihan satwa berbasis pendekatan positif.

Ia juga mengungkapkan, kualitas perawatan satwa dijaga melalui pelatihan dan ujian khusus bagi keeper. Selain itu, Gembira Loka aktif menjalankan fungsi edukasi bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah, agar tumbuh kesadaran sejak dini mengenai pentingnya pelestarian satwa dan lingkungan.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari berbagai pertanyaan kritis yang muncul selama diskusi. Salah satunya terkait potensi wabah penyakit pada satwa.

Menjawab hal tersebut Paramitha menjelaskan, pernah terjadi kasus gajah mengalami kembung akibat persoalan pakan, namun dapat ditangani melalui pengawasan kesehatan yang ketat.

Baca Juga: Serunya Pelajar SMA Saat Praktek Langsung di Laboratorium FTB UAJY

Mahasiswa juga menanyakan penyebab kematian satwa di kebun binatang. Menurut Paramitha, sebagian besar kasus kematian terjadi karena faktor usia satwa yang sudah tua.

Sementara terkait risiko keselamatan keeper, ia mengakui adanya dinamika interaksi dengan satwa liar.

“Kadang ada keeper yang dipukul gajah, dan terkadang memang disengaja oleh satwanya,” ujarnya sambil menjelaskan pentingnya pemahaman perilaku hewan dalam sistem perawatan satwa modern.

Melalui kegiatan ini UAJY melakukan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri dan isu keberlanjutan global.

Kolaborasi dengan Gembira Loka Zoo juga mempertegas komitmen UAJY dalam mendorong pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga berdampak pada peningkatan kesadaran konservasi dan pengelolaan ekowisata di masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.