Jogja

Hadiri Forum di Taiwan, UAJY Gelorakan Semangat Humanisme dan Kolaborasi Global

Atiek Widyastuti | 31 Mei 2026, 16:29 WIB
Hadiri Forum di Taiwan, UAJY Gelorakan Semangat Humanisme dan Kolaborasi Global
Rektor UAJY (tiga dari kanan) dalam Asian Partner University Presidents’ Forum di Taiwan. (Istimewa)

Akurat.co, Jogja - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menegaskan komitmennya dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis humanisme dan kolaborasi global.

Melalui partisipasi aktif dalam Asian Partner University Presidents’ Forum yang diselenggarakan di Providence University Taiwan, pertengahan bulan lalu.

Forum internasional tersebut mengangkat tema “Toward the New Era of Quality Education on Teaching and Learning”.

Rektor UAJY Gregorius Sri Nurhartanto hadir sebagai salah satu pembicara panel dalam forum yang mempertemukan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai negara di Asia, seperti Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Indonesia.

Baca Juga: UKM Karate UAJY Raih Juara Umum III di Kerjunas Sunan Kalijaga Cup XII 2026

Dalam kesempatan tersebut, Nurhartanto memaparkan strategi inovatif UAJY dalam pengajaran lintas budaya dan pengembangan model Collaborative Online International Learning (COIL).

Dalam presentasinya, Nurhartanto menjelaskan bahwa UAJY yang berdiri sejak 27 September 1965 terus mengembangkan pendidikan tinggi yang berpijak pada nilai-nilai utama universitas, yakni unggul, inklusif, humanis, dan berintegritas.

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi UAJY dalam menghadapi tantangan pendidikan di era Revolusi Industri 4.0.

“Transformasi digital harus berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan. Teknologi seperti AI, IoT, dan Big Data penting untuk diintegrasikan dalam pendidikan, namun tetap harus berpijak pada moralitas dan martabat manusia,” ujarnya dalam keterangan persnya, Minggu (31/05/2026).

Baca Juga: UAJY Perkuat Komitmen Inovasi dan Kekayaan Intelektual Bersama Kemenkum DIY

Nurhartanto juga menyoroti keberagaman mahasiswa UAJY yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Mulai dari Asia, Afrika, Amerika Serikat, hingga Eropa.

Keberagaman tersebut menjadikan UAJY sebagai ruang perjumpaan lintas budaya yang mendorong pengembangan pembelajaran kolaboratif berskala internasional.

Menurutnya, pandemi COVID-19 menjadi titik balik percepatan transformasi pembelajaran di UAJY. Situasi tersebut mendorong pengembangan model pembelajaran hybrid dan COIL sebagai bagian dari strategi internasionalisasi pendidikan.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, UAJY membangun berbagai kemitraan strategis dengan jaringan internasional maupun nasional, seperti ACUCA, ASEACCU, IFCU, United Board, hingga Passage to ASEAN (P2A).

Baca Juga: UAJY Perkuat Pendidikan Ekoturisme Melalui Kolaborasi Konservasi Bersama GL Zoo

Di tingkat nasional, UAJY aktif dalam jaringan APTIK, Nationwide University Network in Indonesia (NUNI), Forum Rektor Indonesia, serta berbagai kolaborasi antar kampus.

Implementasi pembelajaran inovatif di UAJY diwujudkan melalui berbagai program seperti visiting professors, rectorial series, seminar internasional tingkat program studi, hingga program pengabdian masyarakat berbasis digital.

Ke depan, UAJY juga mengembangkan program joint degree, double degree, credit transfer, dan short course bersama mitra perguruan tinggi di Inggris, China dan Taiwan.

Forum yang diselenggarakan Providence University tersebut menjadi bagian dari perayaan 70 tahun universitas tersebut sekaligus wadah penguatan kolaborasi akademik internasional di Asia.

Baca Juga: Perkuat Wawasan Global, Mahasiswa UAJY Ikuti Kuliah Lapangan di Vietnam

Selain sesi pidato utama dan diskusi panel, kegiatan juga diisi dengan tur kampus dan jamuan makan malam untuk mempererat jejaring antar universitas.

Partisipasi ini memosisikan UAJY sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif membangun jejaring global dan menghadirkan pengalaman belajar internasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.