Jogja

2,3 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi, Dosen UMY: Alarm Kesehatan RI

Haris Ma'ani | 11 Juni 2026, 10:10 WIB
2,3 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi, Dosen UMY: Alarm Kesehatan RI
Foto ilustrasi imunisasi. (foto: unsplash/isengrapher)

Akurat.co,Jogja-Data Kementerian Kesehatan RI 2025 menunjukkan sebanyak 2,3 juta anak belum memperoleh imunisasi.

Dosen Kedokteran Anak UMY, Bambang Edi Susyanto mengatakan, hal tersebut menjadi alarm bagi kesehatan dan persoalan tumbuh kembang anak ke depannya.

Meski ia menyebut angka tersebut merupakan data proyeksi, tapi tetap saja harus menjadi perhatian serius.

Baca Juga: 18 Anak Anak Korban Daycare Little Aresha Dinyatakan Kurang Gizi

Itu menunjukkan masih banyak anak yang belum mendapatkan perlindungan optimal.

“Indonesia berada pada peringkat keenam dunia dalam jumlah anak zero-dose," katanya dikutip dari laman resmi UMY, Kamis (11/6/2026)

Zero-dose adalah anak yang hingga usia sekitar satu tahun belum memperoleh imunisasi sesuai dengan usianya.

Kondisi ini tentu mengkhawatirkan karena dapat berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Dampak bagi anak yang tak imunisasi

Menurut Bambang, imunisasi merupakan intervensi kesehatan yang paling efektif. Imunisasi berguna untuk mencegah berbagai penyakit menular berbahaya.

Ketika seorang anak tidak memperoleh perlindungan, risiko terpapar penyakit infeksi akan meningkat. Kondisi ini dapat berujung pada komplikasi serius hingga kematian.

“Banyak penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi," terangnya.

Baca Juga: Wakil Rektor UMY Sebut Korupsi Material Penyebab Infrastruktur RI Cepat Rusak

Ia menyebut imunisasi BCG yang bertujuan mencegah tuberkulosis berat, imunisasi DPT untuk mencegah difteri, pertusis, dan tetanus.

"Penyakit-penyakit tersebut bukan penyakit ringan karena dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa,” jelasnya.

Ia berharap para orang tua tidak menunda pemberian imunisasi kepada anak.

Manfaat yang diberikan jauh lebih besar dibandingkan efek samping ringan yang mungkin muncul.

Menurutnya, peningkatan cakupan imunisasi menjadi langkah penting.

Langkah ini bisa mencegah munculnya kembali penyakit yang sebenarnya telah dikendalikan.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.