Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku

Akurat.co, Jogja - Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri UAJY meluncurkan buku berjudul 'Kosong yang Penuh: 200 Pelajaran dan Ruang-ruang yang Kita Abaikan' di Auditorium Kampus III Gedung St Bonaventura, Senin (15/06/2026).
Buku ini adalah hasil dari mata kuliah Masyarakat Digital Program Studi Teknik Industri Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.
Buku tersebut merupakan bunga rampai tulisan dari 200 mahasiswa, dosen dan guru sekolah yang terlibat dalam kolaborasi pembelajaran dan refleksi mengenai ruang-ruang yang sering terabaikan dalam kehidupan sehari-hari.
"Selama kurang lebih dua jam, kami berinteraksi dengan siswa di SMA Stella Duce Bambanglipuro Bantul. Dimana siswanya berasal dari berbagai macam daerah. Namun bukan jadi penghalang bagi mereka untuk meraih impian," kata Winda Paembonan, salah satu mahasiswi.
Baca Juga: Traditional Games Festival, Cara UAJY Dorong Interaksi Antar Budaya
Tidak sulit bagi mahasiswa asal Toraja Sulawesi Selatan tersebut saat berinteraksi dengan siswa. Lantaran sebelumnya, mereka terlebih dahulu berbicara santai. Sambil sesekali melontarkan pertanyaan.
Peluncuran buku ini menjadi yang pertama kali dilakukan. Sekaligus membuktikan, kalau anak teknik itu juga bisa menggunakan pola pikir dan hatinya untuk berempati kepada masyarakat.
"Jadi disini, anak-anak kita tuntut untuk bisa berempati kepada masyarakat. Bagaimana bisa mendapatkan pengalaman dari narasumber dan menuliskannya dalam bentuk narasi yang menyentuh perasaan," jelas Dekan FTI UAJY Prof Parama Kartika Dewa SP.
Ada 200 mahasiswa yang menceritakan kisahnya dalam buku tersebut. Para mahasiswa dikirim ke sekolah mulai dari jenjang TK-SMA yang selama ini telah menjalin kerjasama dengan UAJY.
Baca Juga: UAJY Sambut Mahasiswa Eckerd College dalam Summer Course Program
Menurut Rektor UAJY G Sri Nurhartanto, peluncuran buku ini berawal dari kegiatan salah satu mata kuliah dari FTI yang memang menjadi mata kuliah wajib universitas. Dari mata kuliah tersebut, mereka lantas menuangkan pengalamannya dalam bentuk tulisan dan dikumpulkan menjadi sebuah buku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 4Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 5Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 6Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya
- 10Diikuti 1.000 Peserta, Pengibaran Bendera Merah Putih di Laut Selatan Berlangsung Aman









