Jogja

Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek

Atiek Widyastuti | 17 Juni 2026, 18:19 WIB
Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
Kepala Pusat Layanan Disabilitas dan Kesehatan Mental UAJY, Alexander Beny Pramudyanto. (Istimewa)

Akurat.co, Jogja - Unit Layanan Disabilitas (ULD) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) meraih Program Bantuan Pembentukan dan Penguatan ULD yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Hal ini menjadi bukti nyata UAJY untuk terus memperkuat komitmennya sebagai kampus inklusif.

Program bantuan yang diterima terdiri atas dua kategori. Kategori I (Pembentukan) dan Kategori II (Penguatan).

Setelah melalui proses seleksi proposal, hasil penerima bantuan diumumkan pada 18 Mei 2026. Program kemudian mulai dilaksanakan sejak Mei dan akan berlangsung hingga Desember 2026.

Baca Juga: Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku

Pelaksanaan program ini berlandaskan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, yang menekankan pentingnya penyediaan layanan pendidikan berkualitas bagi semua kelompok, termasuk kelompok disabilitas.

Dalam program bantuan ini, UAJY berhasil mendapatkan pendanaan untuk Kategori II (Penguatan) melalui proposal yang diusulkan oleh Alexander Beny Pramudyanto selaku Kepala Pusat Layanan Disabilitas dan Kesehatan Mental UAJY sekaligus dosen Ilmu Komunikasi UAJY.

Beny menjelaskan, program hibah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas layanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas di UAJY. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sistem layanan inklusif yang lebih terstruktur.

Mulai dari asesmen kebutuhan, pendampingan, peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, hingga kebijakan kampus.

Baca Juga: Traditional Games Festival, Cara UAJY Dorong Interaksi Antar Budaya

“Kami percaya, selain sebagai dukungan finansial, hibah ini juga merupakan bentuk kepercayaan terhadap komitmen UAJY untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif,” jelas Beny.

Beny menambahkan, saat ini UAJY memiliki beberapa mahasiswa penyandang disabilitas yang sedang aktif berkuliah. Data jumlah mahasiswa penyandang disabilitas ini menjadi salah satu syarat untuk memperoleh pendanaan program bantuan Kategori Penguatan ULD.

“Keberadaan mahasiswa penyandang disabilitas mendorong kita untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan UAJY tidak bersifat reaktif semata,” ujar Beny.

Melalui program ini, UAJY berharap dapat semakin memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif, sehingga seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas, dapat mengembangkan potensi akademik maupun non akademik secara optimal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.