Spesifikasi Lengkap Rumah Singgah Sukarno Patangpuluhan yang Dijual Rp50 Miliar Lebih

Akurat.co-Kabar menarik muncul dari dunia properti Kota Yogyakarta. Di mana, rumah tua yang pernah ditinggali Presiden RI pertama Sukarno sedang dalam proses dijual.
Akun Instagram @jogjaluxuryhomes, adalah salah satu agen properti yang menawarkan rumah tersebut.
Informasi penjualan rumah tersebut terekam diunggah akun Instagram itu pada 8 Juni lalu.
"Dijual rumah antik tahun 1998 di Patangpuluhan," begitu akun IG melakukan promosinya.
Baca Juga: Dijual Rp50 Miliar, 5 Fakta Penting Rumah Singgah Sukarno di Patangpuluhan Jogja
Menariknya, keterangan lengkap disampaikan dalam unggahan tersebut. Mulai alamat, hingga spesifikasinya. Termasuk foto-foto pendukung rumah untuk meyakinkan calon pembeli.
"Lokasi:Patangpuluhan, Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Lingkungan sekitar:Kampus PGRI Sonosewu, Jalan Kapten Piere Tendean, Pasar Legi Patangpuluhan, Soto Kadipiro," demikian info tentang lokasi rumah.
Dan untuk spesifikasi bangunan adalah:
- Luas tanah 4.213 m2
- Luas bangunan kurang lebih 350 m2
- 4 Kamar tidur
- 4 Kamar mandi
- Ruang tamu
- Ruang keluarga
- Ruang makan
- Dapur
- Halaman luas
- Garasi
- Carport
- Gudang
- Kamar ART
- Bangunan tahun 1938
Sempat menjadi rumah singgah Sukarno saat Agresi Militer Belanda I
Diketahui rumah arsitektur zaman Belanda ini sempat ditinggali Sukarno saat Agresi Militer Belanda I. Rumah miliki Prof.Purbodiningrat.
Soekarno pernah tinggal seminggu di sana bersama ibu negara Fatmawati dan anak-anak mereka, Guntur dan Megawati saat Agresi Militer Belanda I.
Diketahui Prof.Ir.BKRT Saluku Purbodiningrat adalah adik tingkat Sukarno sewaktu menempuh kuliah di Technische Hoogeschool, sekarang ITB.
Baca Juga: Candi Kalasan: Spot Kuno Paling Aesthetic di Pinggiran Jogja yang Enggak Boleh Terlewat
Putra pertama Purbodiningrat Raden Mas Lumiadji sempat menceritakan kepada Historia pada 2018 bahwa ayahnya masuk ITB 1924 dan lulus 1929. Sedang Sukarno masuk pada 1921.
Sukarno lulus pada 1928 atau satu tahun lebih dahulu dari Purbodiningrat.
Purbodiningrat memiliki jasa besar dalam sejarah pendirian RRI Yogyakarta dan pernah juga menjadi anggota dewan konstituante.
Dalam buku Fatmawati berjudul Catatan Kecil Bersama Bung Karno diceritakan bagaimana keluarga presiden harus bersembunyi dari ancaman pesawat Belanda.
"Dalam keadan begitu, Guntur kugendong bersembunyi di bawah wastafel dengan bertiarap," tulis Fatmawati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 4Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 5Tangan di Saku, Manajer PSIM Iksan Mahar Meminta Maaf
- 6Hadapi PSIM, PSM Makassar Lakukan Persiapan Khusus
- 7Kapolda Baru DIY Bakal Terbitkan Aturan Unjuk Rasa
- 8Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









