Pertumbuhan Ekonomi DIY Tertinggi Kedua di Pulau Jawa, Angka Pengangguran Rendah

Akurat.co,Jogja-Pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tertinggi kedua di Pilau Jawa.
Setidaknya itu yang terjadi pada catatan triwulan I 2025. Pertumbuhan mencapai 5,11 persen (yoy).
Sektor pertanian dan perdagangan menjadi penyerap tenaga kerja utama, sementara tingkat pengangguran lebih rendah dari rata-rata nasional.
Kepala Bapperida DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, dalam paparannya juga mengatakan inflasi masih terkendali, meskipun tren kenaikan hingga pertengahan tahun perlu diwaspadai.
Baca Juga: Berikut Prakiraan Cuaca DIY, Kamis 31 Juli 2025
Sedangkan ekspor DIY meningkat hingga Mei 2025, diikuti kenaikan impor bahan baku.
Di sektor pariwisata, kunjungan wisatawan, terutama dari Malaysia, Singapura, dan Tiongkok meningkat, dengan Sleman menjadi destinasi favorit wisatawan nusantara.
“Dari sisi kesejahteraan, angka kemiskinan menurun menjadi 10,23 persen dan gini ratio DIY juga sedikit membaik. Seluruh kecamatan di DIY tercatat dalam kategori Ketahanan Pangan Tahan dan Sangat Tahan pada 2024,” papar Ni Made saat Rakordal DIY Triwulan II Tahun 2025.
Dikutip dari laman resmi pemerintah DIY, hingga akhir Triwulan II, sebagian besar indikator strategis menunjukkan capaian positif.
Namun, terdapat deviasi 10,62 persen pada realisasi keuangan karena efisiensi belanja dan keterlambatan transfer anggaran pusat.
Deviasi realisasi fisik relatif kecil dan disebabkan faktor administratif.
Ni Made menekankan pentingnya sinkronisasi dan ketepatan pelaksanaan untuk menjaga capaian pembangunan hingga akhir tahun.
Baca Juga: Pecinta Pedas Harus Mampir, Kuliner Rica-Rica Balungan Sor Waru yang Rasanya Nendang di Lidah
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjawab tantangan ketahanan pangan melalui pendekatan yang berbasis masyarakat dan budaya lokal.
“Kita dihadapkan pada tantangan global. Di tahun 2050, dunia diperkirakan akan dihuni 9,6 miliar jiwa.
Pola migrasi ke kota meningkat, sementara tekanan terhadap lahan pertanian dan sumber daya makin tinggi,” ungkap Sri Sultan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 5Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 6Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 79 Tahun KAMAJAYA Scholarship, Telah Salurkan Lebih dari Rp 5 M untuk Beasiswa Mahasiswa UAJY
- 8FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 9Profil Gelandang Asing PSS Moussa Bagayoko, Pernah Main di Turki, Israel, hingga Venezuela
- 10Nasib Kapten PSIM Musim Lalu Reva Adi, Jalani Pinjaman ke Klub Kalimantan








