Jogja

Begini Upaya Pemerintah Gunungkidul Menekan Angka Kemiskinan, Gunakan Potensi dan Kearifan Lokal

M. Mubin Wibawa | 1 Agustus 2025, 12:05 WIB
Begini Upaya Pemerintah Gunungkidul Menekan Angka Kemiskinan, Gunakan Potensi dan Kearifan Lokal

Akurat.co, Jogja-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul memiliki terobosan menarik dalam mengatasi angka kemiskinan di wilayahnya.

Dengan pendekatan potensi dan kearifan lokal, Pemkab Gunungkidul memiliki program Gerakan Pengembangan Pangan dan Gizi atau Gerbang Pagi.

Gerakan ini sebenarnya sederhana. Yaitu mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan guna ditanami sayuran, hingga mewajibkan penggunaan olahan pangan lokal dalam setiap kegiatan Pemda.

Bupati Endah Subekti Kuntariningsih menginstruksikan setiap ASN di lingkungan Pemkab Gunungkidul untuk memberikan contoh kepada masyarakat terkait pemanfaatan lahan pekarangan rumah serta lahan perkantoran.

Baca Juga: Catat! Berikut Jadwal SIM Keliling Sat Lantas Polresta Sleman Di Bulan Agustus 2025

Bupati Endah sudah mencontohkan langsung dengan memenuhi halaman rumah dinasnya dengan aneka jenis tanaman sayur dan buah.

"Untuk seluruh warga masyarakat, yang dimulai dari ASN, ini wajib di rumahnya menanam tanaman sayuran dan juga tanaman obat-obatan sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga," kata Endah Subekti.

Selain itu, setiap acara di lingkungan Pemda juga diwajibkan memakai hidangan olahan pangan lokal yang dipesan melalui Kelompok Wanita Tani, hingga menggunakan dekorasi dan suvenir dari produk hasil pertanian lokal.

Baca Juga: Mulai 1 Agustus 2025, KAI Daops 6 Yogyakarta Tambah Luxury Lounge di Lantai 2 Stasiun Yogyakarta

Upaya ini diharapkan mampu menekan angka kemiskinan di wilayah Gunungkidul.

Data 2024 menunjukkan jumlah penduduk miskin di Bantul mencapai 120.41 orang atau sekitar 15,18 persen.

Mereka yang berada di garis kemiskinan adalah penduduk dengan penghasilan Rp401,209 per kapita, per bulan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.