Jogja

Pakar UGM Sebut Jasa Konstruksi Bisa Tumbuh hingga 6 Persen pada 2026

M. Mubin Wibawa | 8 September 2025, 12:05 WIB
Pakar UGM Sebut Jasa Konstruksi Bisa Tumbuh hingga 6 Persen pada 2026

Akurat.co,Jogja-Pakar bidang konstruksi Universitas Gadjah Mada, Prof. Danang Parikesit menyebut sektor jasa kontruksi akan mengalami pertumbuhan hingga 6 persen pada 2026.

Danang memperkirakan pertumbuhan sektor ini berada di rentang 4,5 persen-6 persen tahun depan.

Pertumbuhan ini ditopang proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), alokasi APBN untuk infrastruktur pertanian, proyek strategis nasional (PSN), dan infrastruktur daerah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Danang, yang juga Guru Besar UGM Bidang Infrastruktur dan Transportasi sekaligus Kepala Laboratorium Manajemen Proyek Konstruksi dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) FT UGM, mengungkap, proyek utama pembangunan tiga juga rumah swasta bisa menjadi pendorong pertumbuhan jasa tersebut.

Baca Juga: Digitalisasi Bansos Hemat Anggaran Negara Rp14 Triliun, Ekonom UGM Sebut Langkah Penting Atasi Kebocoran

Danang mengungkap, proyek tiga juta rumah swasta memiliki estimasi biaya Rp 240 triliun untuk satu juta rumah di 2026.

"Belum lagi inisiatif strategis pemerintah dalam infrastruktur energi, kawasan industri, dan hilirisasi. Menandai pergeseran strategi pembangunan dari berbasis anggaran negara menuju pembiayaan kreatif, kemitraan, dan swasta,” kata Danang dalam webinar bertajuk “Market Outlook Persepsi Risiko Usaha Jasa Konstruksi 2026”, Kamis (4/9/2025).

Meski mengalami pertumbuhan, Danang menyoroti soal tantangan yang dihadapi usaha jasa konstruksi kecil dan menengah (UJK) yang rentan dalam kondisi ketidakpastian usaha, keterbatasan teknologi, dan kompetensi SDM.

Untuk itu, ia menekankan perlunya kebijakan berkelanjutan melalui beberapa langkah strategis, antara lain penyediaan informasi real-time untuk komoditas strategis, peningkatan kompetensi tenaga ahli dan terampil secara masif, dukungan pembiayaan dan penjaminan, penetapan standar industri, diversifikasi usaha, serta penguatan kemitraan bagi UJK.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Boby Ali Azhari, M.Sc., menekankan bahwa sektor konstruksi memiliki peran vital dalam perekonomian nasional.

Baca Juga: Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp40,02 Triliun, Pakar UGM: Fintech hingga Kripto Sumber Penerimaan Baru Negara

Ia menambahkan, target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen pada 2029 juga ditopang sektor konstruksi. Menurutnya, diperlukan transformasi dalam menjawab tantangan sektor konstruksi.

Hal senada juga disampaikan Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Ikaputra, Ph.D., yang menilai sistem transportasi, logistik, dan industri jasa konstruksi, bisa saling mendukung dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.