Dosen Ekonomi UMY Soroti Jumlah Pengangguran yang Menurun, Jogja Miliki Pasar Kerja yang Bagus

Akurat.co,Jogja-Dosen Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Khalifany Ash Shidiqi, Ph.D menyoroti jumlah pengangguran yang menurun.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional pada Agustus 2025 tercatat sebesar 4,85 persen, turun 0,06 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan ini diiringi peningkatan jumlah penduduk bekerja yang mencapai 146,54 juta orang, atau bertambah sekitar 1,9 juta pekerja dibanding Agustus 2024.
Khalifany mengatakan, tren positif tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang solid.
Baca Juga: Inflasi DIY Terkendali, Masuk Kategori Rendah di Pulau Jawa
“Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) triwulan III-2025 sebesar 5,04 persen year-on-year menandakan kapasitas ekonomi kita masih ekspansif.
Penurunan pengangguran terjadi bukan karena orang berhenti mencari kerja, tetapi karena jumlah lowongan meningkat dan berhasil diserap pasar tenaga kerja,” jelasnya sebagaimana dikutip dari laman resmi UMY.
Khalifany menjelaskan, terdapat beberapa faktor utama yang mendorong penurunan angka pengangguran tahun ini.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, dengan tambahan sekitar 490 ribu pekerja.
Selain itu, terdapat pergeseran positif ke arah pekerjaan formal, di mana proporsi pekerja formal naik dari 42,05 persen menjadi 42,20 persen.
Yogyakarta miliki pasar kerja yang bagus
Sementara itu, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi salah satu provinsi dengan profil pasar kerja yang relatif baik.
Baca Juga: Era Prabowo Ekonomi Beralih dari Kapitalis ke Ekonomi Kerakyatan
Pada Agustus 2025, TPT DIY tercatat sebesar 3,46 persen, turun tipis dari tahun sebelumnya. Penyerapan tenaga kerja tertinggi terdapat pada sektor industri pengolahan serta akomodasi, makanan, dan minuman.
“Ekosistem pendidikan, pariwisata, dan industri kreatif di DIY berjalan sangat sinergis.
Magang berbasis kebutuhan usaha dan kalender akademik membantu transisi lulusan ke dunia kerja. Ini contoh baik bagaimana kebijakan daerah bisa sinkron dengan dinamika ekonomi lokal,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






