Jogja

Harga Kebutuhan Pokok di Kota Jogja Relatif Stabil di Awal Tahun 2026

M. Mubin Wibawa | 7 Januari 2026, 12:05 WIB
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Jogja Relatif Stabil di Awal Tahun 2026

Akurat.co,Jogja-Harga kebutuhan pokok di Kota Jogja relatif stabil di awal tahun 2026.

Pantauan harga hingga 6 Januari sejumlah kebutuhan pokok tidak mengalami lonjakan signifikan.

Memang, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, seperti minyak goreng dan cabai, namun kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar.

Baca Juga: Perawatan Pribadi dan Jasa jadi Penyumbang Inflasi Tertinggi DIY 2025

Kepala Bidang Ketersediaan, Pengawasan, dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Sri Riswanti mengungkapkan, secara umum harga komoditas pokok utama masih terkendali.

“Beras cenderung stabil, minyak goreng dan gula pasir juga harganya stabil," katanya.

Harga daging juga stabil

Untuk komoditas daging sapi, Sri Riswanti menyebutkan harga relatif stabil di angka Rp135.000 per kilogram.

Kenaikan sebesar Rp5.000 terjadi menjelang akhir tahun 2025, setelah sebelumnya bertahan di harga Rp130.000 per kilogram.

“Kalau dibandingkan awal tahun ini, karena baru berjalan sekitar satu minggu, masih terlalu dini untuk melihat perbandingan yang signifikan,” katanya.

Sementara itu, komoditas yang masih mengalami fluktuasi harga antara lain cabai, telur ayam, dan daging ayam.

Cabai dengan berbagai jenis, seperti cabai rawit merah, rawit hijau, cabai keriting, dan cabai merah besar, menunjukkan pergerakan harga yang cukup dinamis.

Berdasarkan data terkini, harga cabai rawit hijau mencapai Rp65.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp58.000 per kilogram, daging ayam Rp32.000 per kilogram, sementara beras medium merek C4 dijual seharga Rp12.000 per kilogram.

Baca Juga: Mulai Beroperasi 10 Januari, Ini Harapan Pedagang Pasar Terban

Menurut Sri Riswanti, fluktuasi harga cabai dipengaruhi oleh faktor cuaca, serangan hama, serta sifatnya yang tidak dapat disimpan lama.

“Ketika panen raya harga bisa sangat murah, tetapi saat produksi menurun dan permintaan meningkat, seperti menjelang hari besar keagamaan, harga bisa melonjak tajam," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.