Perjanjian Dagang RI dan AS akan Matikan Peternak Lokal

Akurat.co,Jogja-Perjanjian dagang antara Republik Indonesia (RI) dengan Amerika Serikat (AS) dinilai bisa mematikan peternak lokal.
Ketiadaan pajak untuk produk impor Amerika, dengan sendirinya mendorong komditas harga daging impor yang sangat murah.
Menurut Dosen Peternakan UGM, Ir. Nanung Danar Dono hal tersebut bisa memicu matinya peternak lokal.
Baca Juga: Guru Besar UGM Tolak Perjanjian Perdagangan dengan AS dan Board of Peace
“Nah, kalau peternak lokal itu sudah mati untuk bangkit lagi itu susah sekali,” ungkapnya.
Menurutnya, kebijakan dagang antara pemerintah RI dan AS berpotensi mematikan usaha peternak dan pengusaha lokal.
Alih-alih menyelamatkan ekspor Indonesia ke Amerika, pemerintah malah justru mematikan usaha ribuan peternak lokal.
"Kerja sama ini merugikan negara kita, sebab Indonesia harus melaksanakan 217 poin, sementara Amerika hanya 6 Poin.
Nah, itu kan sangat tidak fair, untuk perjanjian antar negara ini tidak menghormati kedaulatan bangsa kita,” ungkapnya.
Baca Juga: Kisah Anselmus Wau, Lulusan UGM Korban PHK yang Sukses Berbisnis Keripik Singkong
Danar menjelaskan, dalam perjanjian, Presiden AS, Donald Trump menginginkan semua produk Amerika yang masuk ke Indonesia dikenai 0 persen pajak.
Sedangkan produk Indonesia yang dijual ke Amerika memiliki pajak 19 persen, yang mana hal tersebut sangat mahal sehingga berpotensi Indonesia tidak bisa mengekspor produk Amerika.
“Tidak adil, sangat tidak adil,” kata Danar dikutip dari laman resmi UGM, Rabu (4/3/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 8Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi



