Jogja

Rupiah Melemah, Dosen UGM Ingatkan Harga Pangan Bisa Naik

Haris Ma'ani | 26 Maret 2026, 14:15 WIB
Rupiah Melemah, Dosen UGM Ingatkan Harga Pangan Bisa Naik
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar. (foto: ThinkStocks via ugm)

Akurat.co,Jogja-Melemahnya nilai rupiah berpotensi terhadap kenaikan sejumlah harga pangan.

Hal tersebut disampaikan Dosen Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Dr. Hani Perwitasari.

Sebagaimana diketahui nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp17.000 per dolar AS pada pertengahan Maret.

Menurut Hani, Besarnya pengaruh sangat bergantung pada jenis komoditas serta kondisi ketersediaan di dalam negeri.

Baca Juga: Guru Besar UGM Ungkap Penyebab Utama Banyaknya OTT Kepala Daerah

Komoditas dengan pasokan yang cukup cenderung lebih stabil meskipun terjadi tekanan kurs.

Sebaliknya, keterbatasan pasokan dapat memperbesar potensi kenaikan harga di tingkat konsumen.

"Untuk fluktuasi nilai tukar ini akan berpengaruh terhadap stabilitas harga pangan, bervariasi bisa dari 2 sampai 8 persen tergantung jenis makanannya,” ujarnya dikutip dari laman resmi UGM, Kamis (26/3/2026).

Kerentanan terhadap pelemahan rupiah juga berbeda antar komoditas pangan.

Hani menjelaskan, produk yang sulit disubstitusi dan memiliki ketergantungan tinggi pada pasokan tertentu cenderung lebih sensitif terhadap perubahan kurs.

Dalam kondisi seperti ini, tekanan biaya dapat lebih cepat diteruskan ke harga jual.

Dampak tersebut kemudian dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kenaikan harga pangan sehari-hari.

Baca Juga: Kisah Ahmad Rif'an Lulusan UGM, Ditentang Kuliah karena Miskin, Kini Tempuh Doktoral di Kampus Ternama Eropa

Hani mengatakan, komoditas yang paling rentan seperti daging, kemudian telur, dan susu sulit untuk disubstitusi.

"Kebutuhan pokok iniakan lebih rentan terhadap dampak dari pelemahan rupiah ini,” jelasnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.