Jogja

Magisnya Prambanan Padhang Bulan Di Ramayana Ballet

Yudi Permana | 22 Juli 2025, 10:05 WIB
Magisnya Prambanan Padhang Bulan Di Ramayana Ballet

Akurat.co, Jogja - Sinaran cahaya bulan purnama menyinari megahnya Candi Prambanan, membingkai cerita cinta legendaris Rama dan Shinta di pertunjukan Sendratari Ramayana Prambanan Padhang Bulan.

Pertunjukan yang diadakan saat bulan purnama ini menggabungkan keindahan seni pertunjukan, spiritualitas dan tradisi Jawa yang magis.

Sendratari Ramayana Padhang Bulan akan dipentaskan secara rutin setiap bulan di malam purnama. Pertunjukan ini menjadi suguhan budaya unggulan baru dari unit Teater dan Pentas InJourney Destination Management.

Pentas ini bukan hanya sekadar pertunjukan, melainkan sebuah pengalaman budaya yang kontemplatif dan sarat makna serta estetika Jawa.

Baca Juga: Meriahkan HUT Ke-45, PT TWC Hadirkan Beasiswa Bhakti Budaya

GM Teater dan Pentas Esti Wahyujati mengatakan, untuk mendukung pengalaman yang berkesan, timnya membangun atmosfer yang mendukung pertunjukan ini dengan cermat dan teliti.

Seperti pencahayaan, penari penyambut, kuliner jajanan ndalu, moco weton dan lainnya.

“Pertunjukan ini dibangun dengan atmosfer natural. Saat pertunjukan, kami mengutamakan pencahayaan panggung dari sinar rembulan dan meminimalisir penggunaan lampu sorot panggung. Kami hadirkan nuansa yang syahdu, sakral, dan tentu saja tetap menghadirkan hiburan khas Ramayana,” ujar Esti Wahyujati.

Pertunjukan Sendratari Ramayana Padhang Bulan berbeda dengan pertunjukan Sendratari Ramayana Prambanan yang digelar reguler.

Baca Juga: Beragam Acara Meriahkan HUT Ke-45 TWC, Termasuk Masuk Gratis Bagi Wisatawan Loh

Selain pencahayaan alami dari bulan purnama, pengunjung diajak untuk turut serta dalam satu prosesi pembersihan sebelum mengikuti prosesi kirab menuju area pertunjukan. Hal ini menjadi bentuk satu penghormatan terhadap budaya dan filosofi Jawa.

Suasana syahdu semakin lengkap dengan hadirnya jajanan ndalu, yakni sajian kuliner malam khas Jawa seperti wedang ronde, mendoan, telo rebus, dan camilan tradisional lainnya.

Hidangan ini menjadi elemen tambahan yang memperkuat suasana dan menyempurnakan pengalaman budaya malam hari di kawasan Prambanan.

Esti Wahyujati berharap pementasan Ramayana Padhang Bulan tidak hanya menjadi suguhan wisata malam yang unik, memperkaya pengalaman wisata di Prambanan, tetapi juga menjadi perayaan warisan budaya yang kaya dan penuh nilai. 

Baca Juga: Hanya Di Tanggal Ini, TWC Berikan Akses Gratis Di 3 Destinasi Bagi Pengunjung, Penasaran?

“Kembalinya tradisi ini, yang pernah digelar beberapa dekade silam, diharapkan bisa dicintai oleh wisatawan domestik maupun mancanegara serta mampu memperkuat posisi Prambanan sebagai destinasi budaya kelas dunia. Semoga pentas ini menjadi cahaya baru dalam panggung seni dan budaya kita,” pungkasnya.

Sendratari Ramayana Prambanan Padhang Bulan akan digelar kembali pada Minggu, 10 Agustus 2025 pukul 22.00 WIB di Panggung Terbuka Ramayana Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.