Wajah Baru Pantai Sepanjang Gunungkidul, Ratusan Pedagang Lebih Tertata, Ada Kuliner Khas Makjang

Akurat.co,Jogja-Obyek wisata Pantai Sepanjang di Gunungkidul, DIY, memiliki wajah baru di tahun 2026.
Jalan kawasan pantai mulus dan ratusan pedagang yang berada di kawasan pantai saat ini juga lebih tertata.
Penataan kawasan pantai ini dikerjakan Pemkab Gunungkidul demi memberikan kenyamanan kepada wisatawan.
Baca Juga: Rekomendasi Lengkap Wisata di Kulon Progo, dari Pantai sampai Indahnya Alam Pegunungan
Kepala Dinas PUPRKP Kabupaten Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengatakan, rekonstruksi jalan kabupaten ruas 1712 (ruas lingkar Pantai Sepanjang) yang dibangun menggunakan anggaran APBD Perubahan 2025 senilai Rp1,5 miliar.
"Proyek jalan aspal sepanjang 552 meter dengan lebar 5 meter ini berhasil diselesaikan dalam waktu 63 hari kalender," ungkapnya.
Selain infrastruktur jalan, pemerintah juga telah merampungkan pembangunan 109 kios untuk relokasi pedagang dengan nilai investasi sebesar Rp399,7 juta.
“Penataan akan kita lanjutkan di 2026 dengan melengkapi wastafel dan saluran air bersih berkolaborasi dengan PDAM, serta bangunan dengan nuansa merah putih,” ujar Rakhmadian dalam keterangannya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, saat peresmian, Rabu (31/12/2025) menekankan, pentingnya menjaga Pantai Sepanjang sebagai ruang publik.
Bupati juga menegaskan bahwa area pinggir pantai tidak boleh dikuasai secara pribadi atau "dikapling" dengan penyewaan tikar dan payung.
"Pantai ini milik publik, sehingga pinggir pantainya harus menjadi area terbuka. Yang dikuasai hanya warungnya saja," tegasnya.
Baca Juga: Asal Nama Jalan Malioboro Yogyakarta, Ikon Wisata Nasional yang Mendunia
Peluncuran kuliner Khas "Makjang"
Peresmian juga dimeriahkan dengan pengenalan masakan khas lokal yang diberi nama Makjang (Masakan Ikan Pantai Sepanjang).
"Kuliner ini berbahan dasar ikan tuna goreng dan sop ikan kakap putih yang disajikan dengan sambal serta jeruk nipis," kata En
Makjang terinspiasi dari wisata kuliner di Bali. Makjang diadaptasi menggunakan kekayaan hasil laut lokal Gunungkidul sebagai daya tarik baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 4Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 5LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 6Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya









