Jogja

Turun, Jumlah Wisatawan di Sleman Saat Lebaran 2026

Atiek Widyastuti | 5 April 2026, 11:35 WIB
Turun, Jumlah Wisatawan di Sleman Saat Lebaran 2026
Pintu masuk objek wisata Kaliurang Sleman. (Akurat.co/Atiek Widyastuti)

Akurat.co, Jogja - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman mencatat, ada 556.033 wisatawan selama lebaran 2026. Angka ini turun 9,57 persen dibandingkan lebaran tahun lalu.

Kondisi ekonomi yang belum membaik disinyalir jadi penyebab munculnya fenomena micro-tourism.

Sebuah tren wisata berskala kecil, jarak dekat dan berdurasi singkat yang bertujuan memaksimalkan liburan hemat dan autentik.

Dimana masyarakat cenderung memilih dan fokus untuk mengeksplorasi destinasi di sekitar tempat tinggal yang mudah dijangkau dalam waktu singkat.

Baca Juga: Merasakan Keindahan Pantai Pasir Putih Kayu Arum yang Serasa Private Beach

Berdasarkan data, komposisi wisatawan nusantara yang berkunjung ke Sleman didominasi dari daerah sekitar. DIY dan Jawa Tengah ada 35,6 persen.

"Wisatawan dari Jawa Timur berkontribusi sebesar 32,4 persen," kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto, Minggu (05/04/2026).

Untuk itu, Dispar Sleman terus mencermati fenomena wisatawan saat Lebaran 2026 ini. Salah satunya dengan penguatan promosi secara langsung ke pasar potensial. Seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Promosi yang dilakukan antara lain, pelaksanaan table top atau travel dialog ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca Juga: Menikmati Pesona Hidden Gem Pantai Midodaren, Bisa Main Ayunan di Bibir Pantai

Termasuk pameran skala nasional yang diharapkan bisa mempertahankan capaian pergerakan wisatawan ke Kabupaten Sleman.

Penurunan jumlah wisatawan ini otomatis berpengaruh pada turunnya retribusi yang diterima destinasi yang dikelola atau dikelola bersama Dispar Sleman sebesar 18,04 persen.

Penyebab lain, karena saat libur lebaran 2025 yang lebih panjang di akhir bila dibandingkan dengan libur Lebaran 2026 yang lebih panjang di awal.

Cuaca yang tidak menentu juga ikut berpengaruh. Pada awal hingga pertengahan puasa cuaca cenderung ekstrim. "Bahkan jelang puasa berakhir hingga H+2, siang hari cenderung hujan," ungkapnya.

Baca Juga: InJourney Catat Pertumbuhan Trafik Penumpang 6,4% Selama Lebaran 2026

Kondisi ekonomi juga mempengaruhi rata-rata belanja wisatawan yang juga mengalami penurunan. Dari Rp 1 juta - Rp 1,2 juta pada 2025, turun drastis jadi Rp 563.759 di 2026 ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.