Begini Kesan Wisatawan Asing Ikut Meriahkan Hari Tari Sedunia di Candi Prambanan

Akurat.co, Jogja - Ratusan penari dari 24 sanggar tari se-Kabupaten Klaten berkumpul di Lapangan Brahma kompleks Candi Prambanan, Minggu (03/05/2026).
Mereka ambil bagian dalam peringatan Hari Tari Sedunia. Mengambil tema <I>'Wiraga Sangkara'<P> yang artinya Bergerak untuk Kemakmuran. Acara diawali dengan Tari Sesaji oleh sembilan maestro tari di Candi Sewu. Dilanjut dengan tari kolosal dan diakhiri flashmob Jathilan.
Kegiatan tersebut menarik perhatian pengunjung Candi Prambanan. Saat tari kolosal, beberapa wisatawan ambil bagian dengan menari bersama. Bahkan ada juga wisatawan asing.
Frederico dari Mexico misalnya. Baru pertama kali datang ke Yogyakarta dan Indonesia, dia mengaku terkesan dengan tarian dan budaya Indonesia. Kesan semakin mendalam ia rasakan, karena berkesempatan untuk ikut menari bersama.
Baca Juga: 2 Hari, Sebanyak 12.380 Wisatawan Kunjungi Candi Prambanan
"Terima kasih sudah diizinkan ikut menari. Saya sangat menikmatinya. Apalagi ini pertama kalinya saya datang ke sini," ungkapnya.
Pengalaman serupa dirasakan Jonas, wisatawan asal China. Baru pertama kali datang ke Candi Prambanan dan bisa ikut bergabung dengan penari.
"Kebudayaan Indonesia itu sangat unik. Dan saya sangat menyukainya. Jadi pengalaman yang menarik juga," ungkapnya.
Jika Frederico dan Jonas ikut menari, sejumlah wisatawan asing lainnya terlihat asyik mengabadikan para penampil.
Baca Juga: Plataran Senopati, Destinasi Wisata Kuliner Baru di Jantung Kota Yogyakarta
Terkait penampil dari sanggar, setiap sanggar diberi waktu beberapa menit untuk menampilkan dua tarian.
Selain tarian kolosal dan flashmob, juga dibacakan Piagam Prambanan. Berisikan agar Candi Prambanan dapat dinobatkan sebagai rumah penari Nusantara.
"Harapannya kepada pengelola cagar budaya, khususnya dalam hal ini Candi Prambanan. Tidak hanya fokus pada bisnis semata. Namun, bisa jadi ekosistem budaya," kata Ketua Forum Silaturahmi Sanggar Tari Klaten (FSSTK) adalah Mohammad Kowim.
Terkait keterlibatan sembilan maestro tari tersebut, untuk berdoa. Agar harapan mereka dalam Piagam Prambanan tersebut dapat didengar oleh pemangku kebijakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 5Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 6Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 7Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 8FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya









