Jogja

Tak Ada Demontrasi di Gunungkidul, Bupati Endah Subekti Sampaikan Hal Ini

M. Mubin Wibawa | 1 September 2025, 09:05 WIB
Tak Ada Demontrasi di Gunungkidul, Bupati Endah Subekti Sampaikan Hal Ini

Akurat.co,Jogja-Hingga saat ini wilayah Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, masih aman kondusif. Belum ada demonstrasi yang terjadi.

Kantor DPRD Gunungkidul dan Mapolres Gunungkidul yang berada di jantung Kota Wonosari pun dipastikan beroperasi normal seperti biasa.

“Sampai sore ini Ahad (31/08/2025) pukul 15.48 tidak ada surat pemberitahuan aksi unjuk rasa ataupun demo dari unsur mahasiswa ataupun masyarakat lainnya yang masuk di sekretariat dewan DPRD Gunungkidul," ungkap Sekretaris Dewan DPRD Gunungkidul, Purwono Suklistyo Hadi kepada media.

Menurut Purwono, pihaknya membuka dialog dengan masyarakat jika ada kekurangan dalam pemerintahan maupun di level DPRD.

Baca Juga: 5 Fakta Terbaru Kasus Meninggalnya Mahasiswa Amikom Yogyakarta saat Demo di Polda DIY, Dugaan Kekerasan sampai Keluarga Tolak Otopsi

Bupati Gunungkidul, Endang Subekti Kuntariningsih menegaskan, pihakna sudah berkoordinasi dengan Forkopimda dan OPD, dan memang belum ada surat permohonan penyampaian aspirasi di wilayah Gunungkidul.

"Untuk itu, saya mengimbau masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa," ungkapnya.

Endah mengatakan, masyarakat Bumi Handayani adalah masyarakat yang guyub, rukun, dan mencintai tanah kelahiran.

"Mari terus kita jaga suasana damai dan sejuk di Bumi Handayani tercinta," ujarnya.

Baca Juga: Ini Tanggapan Sri Sultan HB X atas Meninggalnya Mahasiswa Amikom Yogyakarta

Lebih lanjut, Endah menyampaikan, kejadian yang terlihat di beberapa daerah akan menjadi pembelajaran baginya sebagai pimpinan daerah.

"Untuk lebih memperbaiki diri untuk lebih menjaga sikap untuk lebih ngemong dan ngayomi warga masyarakat," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.