Tiap Orang Sumbang 0,7 Kg Sampah per Hari, ASN Bantul Diwajibkan Buat Biopori di Rumah

Akurat.co,Jogja-Persoalan sampah menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten (pemkab) Bantul.
Data dari Dinas Lingkungan Hidup, setiap orang di Bantul rata-rata menghasilkan sekitar 0,6–0,7 kilogram sampah per hari.
Dari jumlah tersebut, sekitar 60–70 persen merupakan sampah organik yang sebenarnya bisa dikelola dan dimanfaatkan kembali.
Untuk mengurangi masalah ini, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bantul untuk membuat biopori di rumah masing-masing.
Baca Juga: DPRD DIY Dorong Pemda Bantu Selesaikan Masalah Sampah
Hal tersebut disampaikan Abdul Halim saat Sosialisasi Surat Edaran Bupati tentang Gerakan Pilah Sampah Dari Rumah dan Gerakan Pengolahan Sampah Organik di Rumah, di Gedung Induk Komplek Parasamya, Rabu (10/9/2025).
Halim menyampaikan Surat Edaran Bupati Bantul tentang gerakan ini diterbitkan dalam rangka evaluasi program Bantul Bersih Sampah 2025. Ia menegaskan gerakan ini akan dimulai dengan memberi teladan dari aparatur negara.
Menurutnya, aparatur negara adalah salah satu agen perubahan.
Halim menegaskan agar setiap rumah aparatur negara diwajibkan membuat lubang resapan biopori di rumah masing-masing dan melaporkannya kepada pimpinan secara konkret, mulai dari proses pembuatan, pemasangan, hingga penggunaan biopori.
Biopori sendiri merupakan lubang resapan berdiameter kecil yang dibuat ke dalam tanah dengan kedalaman tertentu.
Lubang ini berfungsi untuk meningkatkan daya serap air, mencegah genangan, sekaligus mengubah sampah organik rumah tangga menjadi kompos secara alami dengan bantuan organisme tanah.
Dengan demikian, biopori tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah, tetapi juga memberi manfaat ekologis bagi lingkungan.
Gerakan ini diharapkan mampu menekan jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Dengan penerapan biopori, sampah organik dapat diolah langsung di rumah tangga sehingga lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
"Gerakan pilah sampah dari rumah dan pengolahan sampah organik di rumah ini akan dimulai oleh ASN, PPPK, tenaga honorer, karyawan BUMN-BUMD, hingga pamong kalurahan se-Kabupaten Bantul,” tutur Halim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 8Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi







