5 Fakta Menarik Uji Coba Pedestrian 24 Jam di Malioboro, Bebas Berfoto di Tengah Jalan, Andong Masih Bisa Melintas

Akurat.co,Jogja-Selama seharian kemarin dari tanggal 7 hingga 8 Oktober ini, jalan Malioboro bebas kendaraan bermotor.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menjadikan kawasan Malioboro khusus untuk pedestrian selama 24 jam penuh.
Apa fakta-fakta menarik dari kebijakan ini? Berikut ulasannya:
1. Uji coba pedestrian dalam rangka HUT ke-269 Kota Jogja
Penerapan kebijakan pedestrian penuh pada 7 Oktober hingga 8 Oktober dalam rangka uji coba yang bertepatan dengan HUT ke-269 Kota Jogja.
Uji coba ini untuk mengidentifikasi berbagai dampak dan masalah yang muncul saat pedestrian penuh diterapkan di Malioboro ke depannya.
Baca Juga: Warga Merasa Suasana Malioboro Lebih Nyaman Saat CFD, Bakal Jadi Program Rutin?
2. Dipantau langsung wali kota dan wakil wali kota
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan serta jajaran Pemkot Yogyakarta memantau langsung uji coba pedestrian Selasa sore di Malioboro.
Hasto mengatakan uji coba pedestrian penuh atau full di Malioboro itu untuk melihat dampaknya.
Pihaknya juga akan melihat laporan kondisi penerapan pedestrian Malioboro 24 jam sampai selesai.
3. Akses untuk warga yang tinggal di kawasan Malioboro
Hasto menyebut, penerapan pedestrian penuh memunculkan potensi masalah seperti minta akses masuk dan keluar logistik para pengusaha di Malioboro.
Termasuk warga yang bertempat tinggal di Malioboro tapi tidak dapat akses. Persoalan itu akan terlihat dan coba diatasi.
Misalnya kendaraan logistik ke hotel, toko dan restoran di Malioboro harus diberikan jam-jam tertentu dan kapan diberikan kesempatan untuk droping logistik.
Termasuk juga transportasi umum, seperti Trans Jogja.
4. Transportasi tradisional tetap diperkenankan
Selama uji coba pedestrian 24 jam, transportasi tradisional tanpa BBM seperti andong, becak kayuh, dan sepeda tetap diperbolehkan melintas di kawasan Malioboro.
Baca Juga: Jalan Malioboro Khusus untuk Pejalan Kaki Hari Ini, Kendaraan
5. Warga jadi bebas berfoto di tengah jalan
Kebijakan ini disambut positif pengunjung Malioboro. Seperti halnya yang dirasakan Amel.
Ia menyambut baik penerapan pedestrian penuh 24 jam di Malioboro. Dia merasakan kebebasan saat berfoto-foto dengan baju khas Yogyakarta di tengah Jalan Malioboro.
“Bagus kalau mau foto-toto bisa bebas dan menikmati Malioboro dengan suasana lalu lintas sepi.
Semoga ke depan tiap seminggu atau berapa kali dalam sebulan itu ada kegiatan seperti ini,” ucap wisatawan asal Ungaran itu dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









