Sultan: Lumbung Mataraman Siap Pasok Bahan Baku MBG

Akurat.co,Jogja-Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, kesiapan Lumbung Mataraman menjadi pemasok bahan baku kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut disampaikan Sultan saat bertemu Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang.
Dikatakan Sri Sultan, melalui program Lumbung Mataraman, maka pemenuhan kebutuhan bahan baku pangan program MBG akan berasal langsung dari petani, bukan melalui pasar.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat perdesaan.
“Harapan saya sayur dan sebagainya bukan belanja di pasar, tetapi langsung dari petani. Sehingga dengan pola seperti ini, masyarakat di desa itu bisa mendapat penghasilan,” ujar Sri Sultan.
Pada kesempatan ini, Nanik S. Deyang mengutarakan rasa terima kasihnya atas dukungan Pemda DIY terhadap program MBG melalui Lumbung Mataraman ini.
Dukungan tersebut memberikan ketenangan bagi pihaknya, yang sempat gelisah akan penyediaan bahan baku pangan MBG.
“Kegelisahan kami adalah dalam penyediaan bahan baku karena kebutuhannya itu sangat tinggi. Khawatirnya terjadi inflasi dan kekurangan bahan baku. Alhamdulillah luar biasa.
Ternyata pak gubernur sudah ada program namanya Lumbung Mataram yang secara terintegrasi ada peternakan, ada pertanian. Lumbung Mataram ini yang nanti insyaallah akan memasok dapur-dapur MBG,” jelas Nanik.
Baca Juga: Anggaran dari BGN Tidak Cair, Program MBG di Gunungkidul Dihentikan
Senada dengan Sri Sultan, Nanik berharap melalui dukungan dari Lumbung Mataraman ini, tidak ada lagi yang membeli bahan baku pangan dari luar daerah. Dengan demikian, kemandirian ekonomi dan juga pemberdayaan masyarakat akan terjadi.
“Saya berterima kasih. Nanti kami akan sosialisasi, saya akan sampaikan bahwa DIY ini sudah mempelopori.
Di mana desa-desa ini disiapkan. Lumbung Mataraman ini ternyata Pak Gubernur untuk masyarakat itu tanahnya dipinjamkan. Tanah kas desa itu, tiap desa satu hektar lebih dipinjamkan untuk menanam sayur, buah, dan peternakan," kata Nanik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 4Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 5Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 6Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya
- 10Diikuti 1.000 Peserta, Pengibaran Bendera Merah Putih di Laut Selatan Berlangsung Aman









