64% Madrasah di DIY Ikut Program MBG, Komisi D DPRD DIY Tekankan Optimalisasi Penyalurannya

Akurat.co, Jogja - Komisi D DPRD DIY mendorong pelaksanaan program Makan Bergizi (MBG) di madrasah dilakukan secara lebih optimal dan sesuai dengan prosedur keamanan pangan.
Ini sebagai respon atas insiden keracunan makanan yang sempat terjadi dan berdampak pada kegiatan belajar mengajar akhir-akhir ini.
Menurut Ketua Komisi D DPRD DIY RB Dwi Wahyu, produksi makanan akan lebih efektif jika dilakukan langsung di sekolah. Karena menurutnya, MBG itu idealnya menempel dengan sekolah.
“Artinya makanan diproduksi di lingkungan madrasah. Hal ini penting untuk mencegah kasus keracunan seperti yang terjadi sebelumnya. Karena peristiwa semacam itu sangat menghambat proses pembelajaran,” tegasnya," Senin (3/11/2025).
Sebagai bentuk antisipasi dan koordinasi, Komisi D DPRD DIY melakukan koordinasi dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DIY.
Komisi D DPRD DIY menilai, kerjasama lintas instansi perlu diperkuat agar pelaksanaan program MBG tidak hanya meningkatkan asupan gizi peserta didik. Tetapi juga menjamin keamanan konsumsi pangan di seluruh madrasah penerima bantuan.
Di MAN 3 Sleman, jumlah penerima program MBG mencapai 895 orang dengan tenaga pengajar sekitar 90 orang.
"Ini adalah jumlah yang cukup besar. Jadi memang perlu pengawasan yang ketat," kata Kepala Sekolah MAN 3 Sleman, Singgih Sampurno.
Di DIY terdapat ada 681 madrasah dari jenjang TK hingga SMA. Dari jumlah tersebut, 430 madrasah atau sekitar 64,2 persen telah menerima program MBG.
Baca Juga: 7 Guru SMPN 2 Mlati Ikut Keracunan Usai Menyantap Menu MBG
“Kami terus berupaya memperluas cakupan program agar seluruh madrasah bisa mendapatkan manfaat, namun dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kualitas makanan,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam








