5 Fakta Menarik Keberadaan Pedagang Sate Malioboro, Asapnya Dikeluhkan, Suka Main Kucing-kucingan

Akurat.co,Jogja-Pedagang sate di kawasan Jalan Malioboro menjadi perhatian saat liburan akhir tahun 2025 atau libur Nataru.
Di tengah kepadatan wisatawan yang memenuhi jalan, asap dari pedagang sate tersebut dinilai mengganggu kenyamanan.
Apa saja fakta menarik dari keberadaan pedagang sate ini?
1. Asapnya mengganggu pengunjung
Asap mengepul dari bakaran sate yang biasa dijajakan di sepanjang Jalan Malioboro dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung.
Baca Juga: Perayaan Malam Tahun Baru di Malioboro Berlangsung Aman Wali Kota: Zero Pencopet
Saat masa libur Nataru tiba, di mana pengunjung Malioboro menjadi padat dan banyak, asap dari pedagang tersebut membuat suasanan jadi tidak nyaman.
2. Dari luar kota Jogja
Pedagang sate tersebut rata-rata berasal dari luar Kota Yogyakarta. Dari pendataan, mereka bukan warga Yogyakarta.
“Kalau sate, jelas bukan Jogja. Kebanyakan dari luar, meski ada juga warga Jogja. Dari KTP campuran, ada yang dari luar DIY juga,” ungkap Kepala Seksi Pengendalian Operasional Satpol PP Kota Yogyakarta, Yudho Bangun Pamungkas saat memberikan keterangan kepada media.
3. Suka main kucing-kucingan
Satpol PP Kota Jogja sebenarnya berusaha menertibkannya. Tetapi, pedagang sate itu seringnya main kucing-kucingan.
Mereka paham kapan petugas akan menertibkan, dan kapan tidak. Saat tidak ada pengawasan, pedagang akan kembali berjualan.
“Mereka niatnya memang kucing-kucingan. Biasanya jualan di perbatasan Malioboro sampai Margo Mulyo, di sirip-sirip jalan. Seperti di Simpang Dagen, Simpang Suryamatjan, sampai Ngejaman. Begitu ada petugas, langsung lari,” kata Yudho.
4. Tidak menjaga kebersihan
Yudho menjelaskan, yang dikeluhkan pengunjung Malioboro bukan asapnya saja. Tapi, kebersihannya juga.
Baca Juga: Daftar 34 Bangunan Ikonik dan Bersejarah di Kawasan Malioboro
Sebagian besar pedagang kerap meninggalkan bekas bungkusan lontong dan bumbu begitu saja. "Ada juga yang ditinggal begitu saja saat mereka kabur,” tutur Yudho.
5. Teras Malioboro
Sebenarnya Pemda DIY sudah menyediakan Teras Malioboro sebagai pusatnya kuliner dan pedagang lainnya di kawasan tersebut.
Tetapi, pedagang memang lebih suka melanggar aturan dengan alasan lebih ramai berjualan di Jalan Malioboro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









