Tercatat 1.799 Kasus, Pemkot Jogja dan Bethesda Yakkum Kerja Sama Atasi HIV/AIDS

Akurat.co,Jogja-Pemkot Jogja dengan Unit Pelayanan Kesehatan Masyarakat Community Development (UPKM CD) Bethesda Yakkum bekerja sama mengatasi masalah HIV dan AIDS di wilayah rentan.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, dan Direktur UPKM CD Bethesda Yakkum, Wahyu Priyo Saptono.
Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dan dilaksanakan di RS Pratama Yogyakarta, Kamis (5/2/2026).
Dikutip dari laman resmi pemkot jogja, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan apresiasi dan menyambut baik terjalinnya kolaborasi tersebut.
Baca Juga: Kasus HIV Masih Tinggi, Pemkot Jogja Targetkan Nol Kasus pada 2030
Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan pengendalian HIV dan AIDS yang masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat di Kota Yogyakarta.
“HIV dan AIDS bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan sosial yang membutuhkan kerja bersama," tegasnya.
Kasus HIV/AIDS mencapai 1.799
Hasto mengungkap, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, sejak tahun 2004 hingga 2025, jumlah kasus HIV kumulatif di Kota Yogyakarta telah mencapai 1.799 kasus.
Sementara itu, penambahan kasus baru pada tahun 2025 saja tercatat sebanyak 98 kasus.
Pemkot Yogyakarta selama ini telah melakukan berbagai langkah strategis dalam pengendalian HIV dan AIDS.
Di antaranya melalui sosialisasi secara masif kepada masyarakat, baik di lingkungan permukiman, layanan publik, institusi pendidikan, hingga instansi vertikal.
Selain itu, Kota Yogyakarta juga telah membentuk Warga Peduli AIDS (WPA) yang tersebar di 45 kelurahan.
"Kami juga terus memperluas layanan kesehatan HIV dan AIDS," tutur Hasto.
Baca Juga: Kasus Leptospirosis Meningkat di Kota Jogja, Dinkes Perkuat Deteksi Dini dan Skrining
Tak hanya memperluas jangkauan layanan, Pemkot Yogyakarta juga melakukan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan HIV, AIDS, dan IMS secara profesional dan berkelanjutan.
Salah satu inovasi yang dilakukan adalah pelaksanaan Tes Konseling HIV di luar jam kerja Puskesmas, sehingga masyarakat memiliki akses layanan yang lebih fleksibel dan mudah dijangkau.
“Dengan layanan di luar jam kerja, kami berharap semakin banyak masyarakat yang berani memeriksakan diri tanpa terkendala waktu,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 8SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi



