Akurat.co, Jogja - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI mencatat, sepanjang 2025 terdapat 15,39 juta kunjungan wisatawan di Indonesia. Angka ini naik 10,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah tersebut juga melampaui dari target batas atas yang ditetapkan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Sementara itu, dari perjalanan wisatawan nusantara yang merupakan tulang punggung dari pariwisata Indonesia juga mengalami pertumbuhan. Bahkan lebih tinggi.
"Kenaikannya mencapai 17,55% dengan jumlah perjalanan masyarakat Indonesia mencapai 1,2 miliar perjalanan. Ini juga melampaui target dari 1,08 miliar," kata Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) RI Ni Luh Enik Ernawati atau yang biasa disapa Ni Luh Puspa saat ditemui di Yogyakarta akhir pekan lalu.
Ni Luh Puspa mengungkapkan, selain kunjungan, untuk tingkat kepuasan wisatawan atau quality of experience yang dirasakan oleh wisatawan juga meningkat.
Karena Kemenpar melihat di tingkat global pariwisata, kualitas dari pariwisata Indonesia mendapatkan pengakuan. Tidak hanya diakui oleh media, tapi juga diakui oleh para wisatawan.
Selain itu sepanjang 2025, sektor pariwisata RI berhasil meraih 154 penghargaan. Mulai dari destinasi sampai dengan hospitality.
Beberapa di antaranya seperti dari sisi gastronomi. Dimana Indonesia berhasil meraih 'The New Destination Champion Award 2026' dari lembaga pemeringkat kuliner global La Liste Perancis.
Selain itu Michelin Keys, sistem penghargaan bergengsi dari Michelin Guide, juga memberikan penghargaan kepada 33 hotel di Indonesia.
"Tentu ada banyak tantangan kedepannya. Tahun ini, kami ditargetkan mampu mendatangkan 16 juta hingga 17,6 juta wisatawan mancanegara dan bisa menggerakkan perjalanan wisatawan nusantara hingga 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara," jelasnya.
Ia menegaskan, jika untuk mewujudkan target tersebut Kemenpar tidak bisa bekerja sendiri. Melainkan harus ada kolaborasi dari lintas sektor.