Cuaca Ekstrem Akibatkan Tanah Bergerak di Perbukitan Prambanan Sleman

Akurat.co, Jogja - Cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah DIY dan sekitarnya mengakibatkan tanah bergerak di perbukitan Prambanan Sleman. Tepatnya di Watukangsi RT/RW 04/08 Wukirharjo.
Tak hanya itu, rumah Narto Sentono yang berada di Lemahbang RT/RW 04/09 Gayamharjo rusak akibat tertimpa tebing longsor setinggi kurang lebih 10 meter dengan panjang sekitar 7 meter.
"Kondisi ini mengakibatkan atap rumah bagian belakangnya rusak." kata Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Haris Martapa, Kamis (19/02/2026).
Hujan deras beserta angin kencang juga mengakibatkan, tebing di Kedulan Tirtomartani Kalasan longsor. Mengakibatkan pohon tercabut hingga ke akar-akarnya.
Baca Juga: Jadwal Layanan Kependudukan Kota Jogja Berubah selama Ramadhan, Prioritaskan Go Digital
Beberapa rumah di Kapanewon Berbah juga dilaporkan rusak akibat tertimpa pohon tumbang. Termasuk ada talud sungai longsor.
Di Kota Yogyakarta, cuaca ekstrem berdampak di tujuh lokasi di lima kemantren. Di Ngampilan, Wirobrajan, Umbulharjo, Mantrijeron dan Danurejan.
Di Gunungkidul, 14 titik dilaporkan terdampak. Enam rumah dilaporkan rusak. Termasuk sebuah kendaraan roda empat tercebur di parit.
Dampak terbanyak terjadi di Bantul. Ada 25 titik lokasi terdampak yang tersebar di tujuh kapanewon. Akibatnya akses jalan terganggu. Hingga rumah dilaporkan rusak.
Baca Juga: Dengan Cara Drive Thru, UMY Bagikan 4.000 Takjil Gratis selama bulan Ramadhan 1447 H
"Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Tetap kita himbau masyarakat untuk terus waspada terhadap cuaca ekstrim yang berpotensi terjadi di wilayah DIY dan sekitarnya dalam beberapa hari kedepan," jelas Kalak BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam








