Antisipasi Dampak Kemarau Panjang, Komisi A Perkuat Koordinasi dengan BMKG

Akurat.co, Jogja - Stasiun Klimatologi (Staklim) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, jika saat ini di DIY dan sekitarnya telah masuk awal musim kemarau.
Tepatnya pada April dasarian III nanti dan puncak musim kemarau akan terjadi di Bulan Agustus 2026.
Kemarau kali ini akan dibarengi dengan fenomena El Nino, sehingga pada Agustus kemungkinan besar di DIY tidak akan turun hujan sama sekali.
"Untuk awal musim kemarau 2026 dimulai April dasarian III nanti dan puncaknya pada Agustus," kata Kepala Staklim DIY Reni Kraningtyas, Senin (06/04/2026).
Baca Juga: Prediksi Kemarau Panjang dan Kering, DP3 Sleman Minta Hal Ini ke Petani…
Hal ini menarik perhatian bagi wakil rakyat yang duduk di Komisi A DPRD DIY. Menurut Wakil Ketua Komisi A Hifni Muhammad Nasikh, DIY berpotensi menghadapi musim kemarau panjang yang menuntut kesiapan serius, khususnya di sektor pertanian.
Ia menekankan, kondisi cuaca ekstrem seperti kebakaran, angin kencang dan suhu dingin dari Australia juga perlu diantisipasi.
“Kita perlu mengantisipasi potensi kemarau yang cukup panjang, termasuk risiko kekeringan di sejumlah wilayah di DIY. Diperlukan langkah yang terukur agar sentra pertanian di Jogja tetap terjaga, misalnya dengan penyesuaian pola tanam yang selaras dengan kondisi cuaca,” ujar Hifni.
Anggota Komisi A Radjut Sukasworo, menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara BMKG, pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD).
Baca Juga: Pakar UGM Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Kemarau Panjang
“Diperlukan komunikasi yang intens antara BMKG dan Pemda agar informasi cuaca dapat segera diterjemahkan menjadi langkah antisipatif di lapangan. Khususnya dalam mendukung kesiapan sektor pertanian menghadapi musim kemarau,” ungkapnya.
Komisi A menekankan pentingnya langkah antisipatif yang cepat dan terukur agar dampak kekeringan dapat diatasi. Dengan kesiapan yang matang, sektor pertanian di DIY diharapkan tetap produktif di tengah tantangan cuaca ekstrem.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 5Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 6Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 7Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 8FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya









