Jogja

Ratusan Balita Jogja Terkena Pneumonia, Dinkes Tekankan Imunisasi

Haris Ma'ani | 15 April 2026, 08:30 WIB
Ratusan Balita Jogja Terkena Pneumonia, Dinkes Tekankan Imunisasi
Ilustrasi anak sakit. (foto: freepik/user18526052))

Akurat.co,Jogja-Sebanyak 110 balita di Kota Jogja mengalami pneumonia.

Data dari Dinkes Kota Jogja itu terjadi dari Januari-Maret 2026.

Kepala Seksi Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta, dr. Endang Sri Rahayu, mengungkapkan bahwa kasus pneumonia di Kota Yogyakarta paling banyak diderita oleh balita.

Ia mengatakan, pneumonia pada anak biasanya ditandai dengan batuk, demam, dan sesak napas.

Baca Juga: Kasus Leptospirosis Meningkat di Kota Jogja, Dinkes Perkuat Deteksi Dini dan Skrining

"Bahkan, napas anak bisa menjadi sangat cepat atau berbunyi,” jelasnya.

Ia juga memaparkan bahwa pada tahun 2025, berdasarkan laporan dari puskesmas selama satu tahun, jumlah penderita pneumonia cukup tinggi.

Tercatat sebanyak 434 kasus pada balita, 135 kasus pada anak, 122 kasus pada remaja dan dewasa, serta 184 kasus pada lansia.

Tren yang naik pada anak

Menurutnya, tren kasus pneumonia pada anak memang mengalami kenaikan, namun tidak signifikan.

Meski begitu, kasus tersebut selalu ada setiap tahunnya sehingga tetap perlu diwaspadai.

Lebih lanjut, dr. Endang menjelaskan bahwa pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi virus, bakteri, jamur.

Baca Juga: Dinkes Kota Jogja: Super Flu Bisa Dikendalikan, Masyarakat Tak Perlu Panik

Selain itu, faktor risiko lainnya seperti kepadatan penduduk, ASI tidak eksklusif, malnutrisi serta paparan asap rokok dan asap kendaraan bermotor.

Dalam kondisi tertentu, penyakit ini bahkan bisa berakibat fatal.

Pentingnya imunisasi

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kota Yogyakarta menekankan pentingnya imunisasi.

Dinkes Kota Jogja mengajak masyarakat, khususnya para orang tua untuk memberikan imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) sejak dini kepada anak.

Baca Juga: 2025, Dinkes Sleman Catat ada 418 Kasus DBD

Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak serta melindungi mereka dari berbagai penyakit berbahaya, salah satunya pneumonia.

Imunisasi PCV diberikan pada anak usia 2 bulan, 3 bulan dan diberikan kembali pada usia anak 1 tahun.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.