Pedagang Sapi di Sleman Tersenyum, Penjualan Meningkat Tahun Ini

Akurat.co,Jogja-Pedagang dan peternak sapi di wilayah Sleman bisa tersenyum karena penjualan hewan kurban bisa dibilang meningkat tahun ini.
Hal tersebut dikatakan Sekretaris Kelompok Tani Karya Tunggal, Trisno Dulrahman.
Ia menyebut, dari 40an ekor sapi yang dikelola 24 anggota kelompok, 18 di antaranta sudah terjual.
Menurutnya, penjualan tahun ini pun terbilang lebih laris dari tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pemkab Sleman Pastikan Hewan Kurban Aman dari Penyakit
Bahkan, sejak dua bulan sebelum Iduladha, beberapa pembeli harus pesan dan DP terlebih dahulu untuk mengamankan stok hewan sapi kurban.
“Dua bulan ini sudah ada yang pesan, nanti saya (pembeli) pesan ini sudah di DP itu,” ujar Trisno, Senin (6/5/2026).
Harga masing-masing sapi di kelompok ternak ini pun dibanderol dengan harga yang bervariasi.
Harga berkisar mulai dari Rp25 juta hingga Rp28 juta perekor.
Harga ini naik sebesar Rp1 juta jika dibandingkan dengan harga sapi pada Iduladha tahun lalu.
Diungkapkan Trisno, sapi yang paling banyak dicari adalah sapi jenis Peranakan Ongole (PO), Limosin dan Metal.
Sementara, pembeli paling banyak datang dari wilayah sekitar Sleman.
Trisno turut memastikan, seluruh hewan ternak yang ada di kelompoknnya tidak ada yang terkontaminasi penyakit, baik PMK maupun antraks.
Menjelang Iduladha, ia bersama peternak lainnya juga memberikan perlakuan khusus kepada sapi, seperti dengan memberikan vitamin serta pakan yang berkualitas.
Pemkab Sleman pastikan hewan sehat
Pemkab Sleman memastikan hewan kurban sehat dari penyakit.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Rofiq Andriyanto mengutarakan, telah melaksanakan vaksinasi antraks sejak awal April mengingat penyakit ini bisa menular ke manusia.
Vaksinasi dilakukan khususnya untuk wilayah perbatasan dengan Kabupaten Gunungkidul, di Gayamharjo dan Sambirejo, Prambanan.
Di Pasar Hewan Ambarketawang, pencegahan pun dilakukan dengan melakukan dipping.
Yang mana setiap truk masuk di-dipping kemudian disemprot sebagai upaya mensterilkan kendaraan pengangkut ternak dari bakteri penyakit.
Selebihnya juga ada pemeriksaan kesehatan untuk hewan tenak yang masuk.
Baca Juga: Kasus PMK di Kabupaten Tetangga Mulai Muncul, Pemkot Jogja Siapkan Vaksinasi Hewan Ternak
"Sebelum ada kasus PMK tidak, ini sekarang menjadi wajib setiap hewan yang masuk di pasar hewan wajib diperiksa kesehatannya. Insyaallah aman," ujar Rofiq.
Menurut Rofiq, yang perlu diwaspadi sebenarnya adalah penyakit antraks. Sebab menular ke manusia.
"Kalau PMK kan mungkin aman. Kalau antraks karena menular ke manusia, kita harus bentengi dengan khususnya di Prambanan tadi, perbatasan wilayah, dengan vaksin antraks,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 8SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi






