50 Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Meminta Bantuan Hukum, Pemkot Beri Pendampingan Gratis

Akurat.co,Jogja- Sekitar 50 orang tua korban Daycare Little Aresha meminta bantuan hukum agar proses hukum dugaan kekerasan berjalan sebagaimana mestinya.
"Sampai hari ini sekitar 50 orang menghendaki pendampingan hukum dan berproses hukum serta dibuatkan untuk proses surat kuasa," terang Kepala UPT PPA Kota Yogyakarta, Udiyati Ardiani.
Udiyati menyebut total pengaduan yang masuk terkait dugaan kekerasan kasus Little Aresha sebanyak 182.
Baca Juga: Sri Sultan: Kekerasan di Little Aresha Pertama dan Terakhir di DIY
Dari jumlah itu yang sudah dilakukan asessmen kepada orang tua korban sebanyak 130. Namun belum semuanya berproses hukum.
Pemkot akan kawal kasus sampai tuntas
Pemkot Kota Jogja memandaskan akan mengawal kasus dan memberikan pendampingan kepada orang tua korban.
Ketua Tim Kerja Bantuan Hukum dan HAM Bagian Hukum Setda Pemkot Yogyakarta, Saverius Vanny mengatakan, sudah membentuk Tim Hukum Peduli Anak Kota Yogyakarta.
Berbagai mitra lembaga hukum dan peduli perempuan terlibat dalam tim.
Antara lain Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Yogyakarta, PKBH UAD dan Rifka Annisa.
Tim Hukum itu dibentuk karena apabila hanya mengandalkan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Yogyakarta, jumlahnya kurang memadai.
“Kami di sini memberikan layanan advokasi hukum, pendampingan sampai nanti inkracht," jelasnya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Kamis (7/5/2026).
Pendampingan juga dilakukan secara pro bono, artinya dilakukan secara gratis. Tak ada pungutan biaya sepeser pun kepada orang tua korban.
Pemkot Yogyakarta akan memberikan pendampingan dan langkah hukum yang seoptimal mungkin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 8Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi







