Pemkot Jogja Siapkan Lahan 3.000 Meter Persegi Bangun KKMP

Akurat.co,Jogja-Pemkot Jogja menyiapkan lahan sekitar 3.000 meter persegi guna membangun Koperasi Kalurahan Merah Putih (KKMP).
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menjelaskan, lahan untuk gerai KKMP berasal dari palilah atau hak guna dari Kasultanan Ngayogyakarta.
Rencananya lahan yang berada di Umbulharjo tersebut akan dibagi pemanfataannya.
Seluas 1.000 meter persegi untuk infrastruktur KKMP, kemudian 1.000 meter persegi untuk bioflok memelihara ikan lele yang dikelola KKMP.
Kemudian yang 1.000 lagi untuk integrated farming program guna mengolah pupuk.
"Kita ingin membikin pupuk dkemudian nanti pupuknya juga bisa dijual. Ini sekaligus mengatasi sampah, karena sampah jadi pupuk," ujar Hasto dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Senin (18/5/2026).
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto menyebut saat ini dari 45 kelurahan di Kota Yogyakarta, 32 di antaranya sudah memiliki aktivitas KKMP.
Usaha yang dikembangkan antara lain ada batik, penyediaan bahan pokok dan jasa Layanan Keuangan Tanpa Kantor (Laku Pandai).
Termasuk bermitra dengan hotel-hotel dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gigi untuk mendukung operasional Makan Bergizi Gratis.
Lantaran belum ada gerai, aktivitas KKMP di Kota Yogyakarta selama ini memanfaatkan lahan-lahan milik pengurusnya.
Baca Juga: Mengintip Bisnis Koperasi Merah Putih Demangan Kota Jogja, Fokus pada Batik dan Air Kemasan
"Misalnya di Gunungketur memang sentra batik. Kita memang mendorong KKMP punya aktivitas itu berdasarkan potensi lokal.
Harapannya, dengan adanya koperasi ini para pengrajin-pengrajin batik tidak berjalan sendiri. Mengurus bahan bakunya sampai memasarkannya melalui koperasi," terang Tri Karyadi.
Ketua KKMP Gunungketur, Reza Murtaza menyampaikan KKMP Gunungketur sudah memproduksi 650 lembar batik Segoro Amarto pesanan ASN Pemkot Yogyakarta.
Baca Juga: Guru Besar UGM: Pengalihan 58 Persen Dana Desa ke Koperasi Merah Putih Lemahkan Otonomi Desa
Kini produksi rutin batik sekitar 40 lembar setiap kali produksi untuk stok guna memenuhi permintaan dari sejumlah ASN Pemkot Yogyakarta yang belum memiliki seragam Segoro Amarto.
Misalnya pesanan guru-guru TK sampai SMP.
"Produksi batik lebih eksis karena ada instruksi wali kota untuk seragam Segoro Amarto.
Dengan adanya koperasi ini manajemennya jadi lebih gampang," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









