Jogja

Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh

Haris Ma'ani | 16 Juni 2026, 10:24 WIB
Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
Salah satu fasilitas di GIK UGM. (foto: dok.GIK)

Akurat.co,Jogja- Diskusi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, yang berlangsung pada Senin, (15/6/2026) berujung pengusiran.

Diskusi menghadirkan narasumber, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, Kepala Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, dan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.

Acara yang awalnya berlangsung kondusif tiba-tiba berujung ricuh saat sekelompok mahasiswa meminta acara dibubarkan.

Baca Juga: Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog

Melalui keterangannya, Sudaryono menyebut terdapat sekelompok peserta yang tidak menginginkan diskusi dilanjutkan sehingga situasi menjadi tidak kondusif.

"Kami sempat berdiskusi sekitar 30 sampai 40 menit. Tetapi kemudian ada sekelompok orang yang menginginkan forum dihentikan. Padahal sebagian besar mahasiswa justru ingin mendengar dan berdialog," ungkapnya.

Ia mengaku tetap bertahan di lokasi bersama Nusron Wahid karena meyakini bahwa dialog merupakan jalan terbaik untuk menyelesaikan perbedaan pandangan.

Namun situasi disebut semakin memanas setelah terjadi pelemparan air dan dugaan tindakan fisik.

"Saya merasa ada yang memukul saya. Ada pelemparan air juga. Karena situasi sudah tidak kondusif, pihak keamanan menyarankan kami keluar," ujarnya.

GIK UGM tempat acara diskusi

Sebagai tempat diskusi, mungkin banyak juga yang belum mengenal lebih jauh tentang GIK UGM.

Dikutip dari laman resmi UGM, GIK UGM atau Gelanggang Inovasi & Kreativitas Universitas Gadjah Mada adalah Super Creative Hub untuk mendorong percepatan inovasi dan kreativitas dari mahasiswa, dosen, industri, dan sektor pemerintahan.

GIK UGM dirancang untuk membangun pemimpin muda dengan nilai inovasi, keberagaman budaya, dan semangat kewirausahaan.

Sebagai ekosistem kolaborasi antara akademisi, industri, seni, dan budaya, GIK UGM menyediakan fasilitas modern seperti ruang kelas, galeri seni, area pameran, taman botani di rooftop, hingga auditorium untuk mendukung inovasi dan kreativitas.

Baca Juga: Jadi Lulusan Tercepat, Mahasiswi UGM Teliti Tren Live Commerce Masyarakat Indonesia

Menyediakan program peningkatan keterampilan mahasiswa, solusi teknis mutakhir, analisis STEM dan keuangan, pelatihan berbasis industri, dan akselerator startup.

Siapa yang boleh menggunakan?

GIK UGM terbuka untuk mahasiswa dan masyarakat umum dan tidak ada biaya masuk untuk mengakses area GIK.

Namun, untuk kegiatan atau acara yang membutuhkan pemanfaatan area/ruang, akan ada biaya yang ditetapkan.

Di sini terdapat fasilitas area publik dan ruang komunitas, pusat bisnis dan kuliner, fasilitas akademik dan profesional, dan fasilitas pendukung lainnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.