Jogja

Cegah Keracunan Berulang, UGM Beri Pelatihan Keamanan Makanan di SPPG Sinduaji

M. Mubin Wibawa | 21 Oktober 2025, 10:05 WIB
Cegah Keracunan Berulang, UGM Beri Pelatihan Keamanan Makanan di SPPG Sinduaji

Akurat.co,Jogja-Untuk mencegah keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) berulang, tim Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar pelatihan dan pendampingan keamanan makanan di SPGG Sinduaji.

Kegiatan dilakukan Fakultas Teknologi Pertanian UGM bekerja sama dengan Yayasan Mitra Karya Maporina selaku mitra Badan Gizi Nasional (BGN).

Dosen FTP UGM, Rachma Wikandari Ph.D. mengatakan, penyebab utama kasus keracunan adalah makanan yang sudah terkontaminasi bakteri seperti E. colli dan Salmonella.

Baca Juga: Baca Juga: Antisipasi Keracunan MBG, Pemda DIY Inisiasi Perjanjian SPPG

Wikan, demikian ia akrab disapa, menegaskan perlu menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku dalam setiap tahapan penanganan makanan hingga sampai ke tangan anak-anak.

"Penggunaan masker, sarung tangan, dan alat pelindung juga wajib digunakan sebagai upaya menjaga kebersihan dan mencegah penyebaran mikroba dalam mengolah makanan,” kata Wikan dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Senin (20/10).

Dosen FTP lainnya, Dian Anggraini Suroto, M.Eng menjelaskan pentingnya memperhatikan tempat dan kondisi bangunan produksi sebagai upaya pencegahan kontaminasi makanan yang diproduksi.

Dinding dan lantai tempat produksi harus selalu dibersihkan dari debu dan kotoran agar tidak mencemari makanan.

Ia menjelaskan, area pengolahan makanan harus terpisah dari sumber pencemaran seperti toilet, tempat pembuangan sampah, dan saluran air kotor.

“Lokasi pengolahan makanan tidak boleh dekat dengan tempat yang tercemar, karena tanpa disadari cemaran bisa juga melalui udara, air, hingga tanah,” jelasnya.

Baca Juga: Menu Ayam, Diduga Jadi Penyebab Ratusan Siswa SMAN 1 Yogyakarta Keracunan MBG

Makbul Hajad, selaku perwakilan dari Yayasan Mitra Karya Maporina menyatakan, pentingnya mengadakan evaluasi rutin dan belajar dari pengalaman sebelumnya agar kualitas dalam produksi dan pelayanan dapat meningkat.

“Dua minggu terakhir terus dilakukan perbaikan bersama. Semua kekurangan dan catatan yang tersampaikan jadi pembelajaran bersama supaya layanan kita lebih baik,” jelasnya,

Sementara itu, Kepala SPPG Sinduadi Rochan Bedu Suja menegaskan pihaknya berkomitmen melakukan upaya pencegahan dan mitigasi terhadap potensi kasus keracunan makanan.

Ia menyampaikan, meskipun kejadian kasus keracunan merupakan hal yang tak terduga, upaya pengendalian dapat dilakukan sejak proses produksi sebagai langkah pencegahan.

"Adanya kelalaian ini menimbulkan dampak besar, oleh sebab itu perlu adanya pencegahan agar hal yang tidak diinginkan tidak terulang kembali,” ujarnya.

Baca Juga: 5 Fakta Penting Keracunan MBG SMA Teladan, 426 Siswa jadi Korban, 33 Siswa Sampai Tak Masuk Sekolah

Program MBG yang diluncurkan sejak Januari 2025 hingga saat ini masih menimbulkan kritik dan polemik di tengah masyarakat.

Tercatat dari data Badan Gizi Nasional (BGN) per September 2025, sudah ada 4.711 kasus keracunan MBG yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Hal ini menimbulkan keresahan dari masyarakat terkait dengan standar keamanan makanan yang dilakukan oleh penyedia makanan.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.