Sejumlah Kampus di DIY Kecam Kekerasan dan Serukan Aksi Damai, Mana Saja?

Akurat.co, Jogja - Sejumlah kampus hingga organisasi masyarakat hingga agama di DIY mengecam tindakan anarkisme dalam aksi demonstrasi di Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Dari instansi pemerintah juga mengajak masyarakat untuk menjaga Yogyakarta agar tetap damai. Mulai dari Pemda DIY, hingga lima kabupaten/kota di DIY.
Secara serentak, kampus baik negeri maupun swasta juga mengecam tindakan kekerasan tersebut. Berikut diantaranya :
1. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Rektor UMY Prof Achmad Nurmandi mendesak keapda pemerintah untuk menyelesaikan persoalan bangsa secara damai dengan mengedepankan dialog dan berkeadaban.
Baca Juga: Ketua DPRD DIY Desak Polda Transparansi Terkait Kematian Rheza Mahasiswa Amikom Yogyakarta
Konflik yang berujung pada jatuhnya korban jiwa bukan hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga menunjukkan bahwa bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam menjaga demokrasi dan keadilan sosial.
“Atas nama civitas academica UMY, kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan dalam aksi massa di Jakarta pada Kamis (28/8) lalu.Kami juga mendoakan kesembuhan bagi mereka yang mengalami luka-luka, serta menyampaikan empati kepada rekan-rekan pengemudi ojek online yang menuntut keadilan atas peristiwa tersebut,” ujar Prof Achmad Nurmandi.
2. Universitas Gadjah Mada
Rektor UGM Prof Ova Emilia menyampaikan seruan moral bagi bangsa di tengah meningkatnya eskalasi aksi massa di berbagai daerah.
Baca Juga: UGM Serukan Gerakan Damai dan Hentikan Kekerasan Dalam Aksi Massa
Sebagai bentuk kepedulian sivitas terhadap kondisi bangsa yang kian memprihatinkan. Bahkan seruan tersebut hadir di tengah kondisi sosial politik yang rentan memicu konflik dan menambah penderitaan masyarakat.
“Kami menyampaikan duka yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam rangkaian aksi massa, dan menghimbau semua pihak untuk menghentikan tindakan kekerasan dan anarkisme demi menjaga nilai kemanusiaan dan kemartabatan,” ujar Rektor.
3. Universitas Pembangunan Nasional 'Veteran' Yogyakarta
Rektor UPNVY Prof Irhas Effendi menyerukan aksi damai dan menghindari tindakan anarki serta kekerasan dalam menyampaikan aspirasi di tengah eskalasi aksi massa di berbagai daerah. Seruan ini merupakan wujud keprihatinan dan kepedulian Kampus Bela Negara terhadap kondisi sosial dan politik yang berkembang di Indonesia.
Baca Juga: Pemda DIY Tanggung Biaya Perawatan Korban Aksi Demo
Pihaknya mengajak dan mendukung seluruh elemen masyarakat agar tetap mengedepankan cara-cara damai, sopan, bermartabat dan menghindari tindakan anarki dalam menyampaikan pendapat.
"Melalui pendekatan ini, diharapkan penyampaian aspirasi dapat berjalan secara kondusif dan dapat membuka ruang dialog yang lebih konstruktif, sehingga melahirkan solusi konkret untuk Indonesia yang lebih baik," ujarnya.
4. Universitas Islam Indonesia
Rektor UII Prof Fathul Wahid mendesak pemerintah untuk menghentikan praktik pengabaian atas jeritan rakyat kecil yang kian terhimpit beban ekonomi.
Meminta aparat keamanan untuk menghentikan segala bentuk kebrutalan dan penggunaan kekuatan berlebihan dalam menghadapi demonstrasi rakyat dan mahasiswa.
Baca Juga: Viral Video Cara Mahasiswa Amikom Dibawa Aparat, Ini Jawaban Kapolda DIY
"Mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk mewaspadai potensi penunggang politik yang tidak bertanggung jawab, yang dapat memperkeruh keadaan dan menjauhkan dari substansi perjuangan rakyat," kata rektor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









