Kemlu Soroti Fakta Indonesia Penyumbang Sisa Makanan Terbesar Asia Tenggar

Akurat.co,Jogja-Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) menyoroti fakta bahwa Indonesia adalah salah satu negara penyumbang sisa makanan terbesar di Asia Tenggara.
Hal ini terungkap dalam Pertemuan Kelompok Ahli (PKA) yang diselenggarakan oleh Program Studi Hubungan Internasional (HI) UMY, Kamis (11/12) kemarin.
Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan (SKK) Amerika dan Eropa (Amerop) Kemlu RI, Spica A. Tutuhatunewa, menekankan pentingnya isu food loss dan food waste, terutama di kawasan perkotaan yang menjadi pusat konsumsi masyarakat.
Baca Juga: Pemkot Jogja Pastikan Tumpukan Sampah di Depo Bersih sebelum Libur Natal dan Tahun Baru 2026
“Di satu sisi kita bicara tentang ketahanan pangan dan ketersediaan yang cukup, tetapi di sisi lain ternyata ada waste yang berlebih, terbuang percuma,” ujarnya dalam pertemuan bertema “Mencari Terobosan dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional: Strategi Kemitraan Komprehensif dan Kolaborasi Praktis.”
Spica mengungkapkan bahwa masalah food loss dan food waste telah menjadi tantangan besar bagi Indonesia dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu penyumbang sisa makanan terbesar di Asia Tenggara.
Menurutnya, kondisi ini harus dipahami secara komprehensif, terutama karena besarnya jumlah penduduk Indonesia.
“Dapat dipahami mengapa negara kita menjadi penyumbang food loss atau food waste terbesar se-Asia Tenggara, karena jumlah populasi kita kan paling banyak di kawasan.
Baca Juga: Buntut Buang Sampah Sembarangan, Kali Code Kini Dipasangi CCTV dan Tambah Penerangan
Satu orang dengan satu sendok saja sudah bisa sangat berpengaruh,” jelasnya.
Lebih lanjut, Spica menyoroti bahwa pengelolaan sisa makanan kini mulai berkembang menjadi isu energi. Banyak negara telah memanfaatkan sisa makanan sebagai sumber energi alternatif, dan Indonesia perlu mulai bergerak pada tahap tersebut.
“Aspek lain dari food loss dan food waste adalah bagaimana mengubah sisa ini menjadi energi. Ini merupakan tahapan baru dan ruang diskusi yang berbeda,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









