Jogja

DPRD DIY Gelorakan Sinau Pancasila yang Menyenangkan Bersama Generasi Muda

Atiek Widyastuti | 22 Juni 2026, 15:39 WIB
DPRD DIY Gelorakan Sinau Pancasila yang Menyenangkan Bersama Generasi Muda
DPRD DIY Gelar Sinau Pancasila bersama generasi muda. (Istimewa)

Akurat.co, Jogja - Sejumlah terobosan harus dilakukan saat melakukan pendekatan guna menanamkan nilai-nilai ideologi bangsa kepada generasi muda.

Tidak dapat dipungkiri, jika sistem pendidikan saat ini masih didominasi tolak ukur kognitif atau yang bersifat hafalan dan nilai di atas kertas.

Sebagai terobosan, DPRD DIY menginisiasi aktualisasi Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang lebih 'membumi' melalui pendekatan kebudayaan dan partisipasi aktif masyarakat.

Karena menurut Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto, hukum di Indonesia bersifat positivis. Namun implementasi nilai Pancasila untuk kaum muda tidak bisa dipaksakan secara kaku.

Baca Juga: DPRD DIY Bakal Kawal Peningkatan Infrastruktur Dlingo

Merujuk pada Perda Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, terdapat koreksi atas model pembudayaan Pancasila lama.

"Kita beralih ke metode yang mengutamakan partisipasi, kesetaraan, keterbukaan, kerjasama antara pihak, kreativitas, pendekatan akademik, dan kearifan lokal," ujar Eko Suwanto saat berdialog dengan mahasiswa UAJY dan perwakilan Dimas Diajeng DIY, Sabtu (20/062026).

DPRD DIY juga melakukan langkah berbeda dalam mengenalkan semangat Pancasila kepada generasi muda. Salah satunya melalui Kirab Budaya Tresno Pancasila yang berlangsung beberapa waktu lalu. Ada juga pagelaran wayang kulit, hingga pementasan ketoprak.

Eko Suwanto menambahkan, menghadapi problem kebangsaan hari ini dibutuhkan komunikasi yang efektif dan adaptif.

Baca Juga: Cegah Kejahatan Jalanan, DPRD DIY Dorong Pemda Gelar Sinau Pancasila

Upaya membumikan Pancasila lewat jalur kebudayaan ini membutuhkan waktu dan konsistensi—bahkan diibaratkan seperti proses maraton yang membutuhkan energi berkelanjutan.

"Kaum muda jangan sampai kehilangan ruang ekspresi. Melalui kebudayaan, kita menanamkan idealisme dan ideologi sejak usia muda," jelasnya.

Vega Dwi Putri Febriani selaku Wakil II Diajeng Gunungkidul 2025 mengatakan, penguatan identitas lokal ini sangat krusial agar generasi muda tidak mengalami krisis identitas di era globalisasi.

"Kaum muda harus didorong memiliki kebebasan berpikir dan kualitas SDM unggul tanpa melupakan akar budayanya," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.