Jogja

Konferensi Auditor Internal 2026, Bahas Pemanfaatan AI dalam Proses Audit

Atiek Widyastuti | 9 Juli 2026, 20:41 WIB
Konferensi Auditor Internal 2026, Bahas Pemanfaatan AI dalam Proses Audit
Ketua YPIA dalam konferensi pers usai Konferensi Auditor Internal 2026 di Yogyakarta. (Akurat.co/Atiek Widyastuti)

Akurat.co, Jogja - Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA) kembali menggelar Konferensi Auditor Internal (KAI) 2026 di Hotel Alana Yogyakarta, Rabu (08/06/2026) - Kamis (09/06/2026).

Konferensi yang mengangkat tema "Governance 5.0: Redefining Board Oversight and Internal Audit in a Digital-First Era" ini dihadiri oleh pimpinan organisasi, Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Auditor Internal, regulator, akademisi, praktisi tata kelola, manajemen risiko, serta pakar teknologi dari berbagai sektor.

"Ada 669 peserta yang mengikuti konferensi ini. Sedangkan yang diwisuda ada 246 orang," kata Ketua YPAI Setyanto P Santosa dalam konferensi pers, Kamis (09/07/2026).

Konferensi ini menurut Setyanto, telah telah menghasilkan kesepahaman bersama mengenai arah baru tata kelola organisasi Indonesia dalam menghadapi era Artificial Intelligence (AI), transformasi digital, meningkatnya ancaman keamanan siber, serta dinamika geopolitik global.

Baca Juga: Permintaan Tinggi, Pemkot Jogja Kembangkan Kultur Jaringan Pisang

Setelah mengikuti seluruh rangkaian keynote speech, general session, panel discussion, dan forum diskusi, peserta konferensi menyimpulkan bahwa tantangan terbesar organisasi pada masa depan bukan semata-mata bagaimana menguasai teknologi, tetapi bagaimana memastikan teknologi digunakan secara bertanggung jawab melalui tata kelola yang baik, kepemimpinan yang berintegritas dan pengambilan keputusan yang akuntabel.

Peserta konferensi menegaskan bahwa kepercayaan (trust) merupakan aset strategis yang akan menentukan keberhasilan dan keberlanjutan organisasi pada era digital.

"Oleh karena itu, transformasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan tata kelola, etika, integritas, manajemen risiko, keamanan siber, serta pengawasan yang efektif," jelasnya.

Berikut rumusan dalam KAI 2026 :

  • Perubahan Lingkungan Strategis Global

  • Paradigma Baru Tata Kelola

  • Implementasi Global Internal Audit Standards (GIAS)

  • Etika Sebagai Fondasi Tata Kelola

  • Transformasi Peran Dewan Komisaris, Direksi dan Internal Audit

  • Kepemimpinan dan Pengambilan Keputusan

  • Governance 5.0 sebagai Arah Baru Tata Kelola Indonesia

Baca Juga: Penerimaan PBB-P2 di Sleman Capai Rp 79 M

KAI 2026 meyakini, keberhasilan organisasi pada era AI tidak lagi hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang dimiliki.

Tetapi oleh kemampuan organisasi membangun kepercayaan melalui tata kelola yang baik, kepemimpinan yang berintegritas, pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, serta budaya organisasi yang menjunjung tinggi etika.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.